Selamat Tinggal Liga 2, Sejarah Pilu Sriwijaya FC yang Dipaksa Turun Kasta ke Liga 3
Dwi Setiawan March 01, 2026 08:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Harapan Sriwijaya FC untuk bisa bertahan di kompetisi Liga 2 alias Pegadaian Championship dipastikan sudah ambyar.

Kekalahan terbaru yang diderita Sriwijaya FC saat bertandang ke markas Sumsel United pada Sabtu (28/2/2026) tadi malam jadi saksi bisunya.

Tepat dalam laga pekan ke-21, Sriwijaya FC selaku tim tamu tak berdaya di hadapan Sumsel United.

Tim Laskar Wong Kito kalah telak dengan skor tiga gol tanpa balas di tangan Sumsel United.

Pada babak pertama, gawang Sriwijaya FC sudah dibobol dua kali oleh Kapisa (4') dan Cabral (21').

Di paruh kedua, Sriwijaya FC kembali kebobolan oleh gol yang dicetak Hutagalung (64').

Sriwijaya FC pun tidak bisa berbuat banyak sepanjang pertandingan.

Baca juga: Kabar Abroad Timnas Indonesia: Gol Penentu Kevin Diks & Justin Hubner Berbuah 3 Poin

Alih-alih bisa memperkecil kedudukan, mencetak gol saja terlampaui sulit bagi Laskar Wong Kito.

Setelah ditiupnya peluit panjang babak kedua, Sriwijaya FC akhirnya harus menyerah dengan skor 3-0.

Kekalahan dari Sumsel United itu terasa kian memilukan karena membuat nasib Sriwijaya FC tak tertolong lagi di Liga 2.

Ya, nasib Sriwijaya FC kini sudah tidak terselamatkan lagi di kompetisi Liga 2 pada musim ini.

Sriwijaya FC dipastikan bakal terdegradasi alias turun kasta dari kompetisi Liga 2 ke Liga 3 Nasional.

Jika menilik performa dan hasil yang didapatkan Sriwijaya FC sejak awal musim ini.

Penderitaan yang dirasakan Sriwijaya FC musim ini memang layak terjadi.

Permasalahan finansial yang memuncak seakan menjadi biang kerok anjloknya performa Sriwijaya FC musim ini.

Bayangkan saja, dari total 21 laga yang telah dimainkan musim ini, Sriwijaya FC hanya bisa memetik dua poin saja.

Dua poin tersebut pun diraih berkat hasil imbang sebanyak dua kali musim ini.

Sisanya, Sriwijaya FC tidak pernah sekalipun meraih kemenangan dan telah menelan kekalahan sebanyak 19 kali, termasuk yang terbaru melawan Sumsel United.

Catatan 19 kekalahan jelas menjadi bukti valid bobroknya performa tim Laskar Wong Kito dalam mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini.

PSMS MENANG - Pesepakbola PSMS Medan Rifai Marsi (kiri) dilanggar pesepakbola Sriwijaya FC Reza Pahlevi pada pertandingan pekan keempat Pegadaian Championship Musim 2025/2026, di Stadion Utama Sumatra Utara, Deliserdang, Sabtu (4/10/2025). Hasil akhir, PSMS Medan berhasil menang atas Sriwijaya FC dengan skor 3-1. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR (Tribun Medan/DANIL SIREGAR)

Pada laga perdananya musim ini, Sriwijaya FC langsung menderita kekalahan saat dipecundangi Garudayaksa FC dengan skor 0-2 di kandang sendiri.

Sempat mampu mencuri satu poin dari kandang Persikad Depok pada laga keduanya, tren jeblok Sriwijaya FC dimulai sejak laga tersebut.

Lima kekalahan beruntun diderita Sriwijaya FC mulai pekan 3 s/d 7, maing-masing melawan Persiraja (2-3), PSMS (3-1), PSPS (1-0), Persekat (0-1) dan Bekasi City (1-3).

Pada laga pekan kedelapan, Sriwijaya FC sempat mampu menghentikan tren kekalahan tersebut dengan menahan imbang Sumsel United dengan skor 1-1 di pekan kedelapan.

Hanya saja, hasil imbang tersebut justru menjadi awal dari penderitaan panjang Sriwijaya FC musim ini.

Kekalahan demi kekalahan diderita Sriwijaya FC mulai dari pekan kesembilan hingga kedua puluh satu.

Alhasil jika dihitung, Sriwijaya FC kini tengah berada dalam situasi pilu lantaran sudah kalah dalam 12 laga beruntun.

Termasuk kekalahan memalukan melawan Garudayaksa (7-2), Persiraja (5-0), PSPS (2-5), Bekasi City (7-0) dan Adhyaksa (15-0).

Berkaca dari apa yang ditunjukkan Sriwijaya FC musim ini, tak salah jika terdegradasi Liga 3 menjadi kenyataan pahit yang harus diterima Laskar Wong Kito.

Sriwijaya FC yang dulunya pernah kita kenal sebagai klub berprestasi yang melegenda di Indonesia, kini harus berjuang lebih keras di kompetisi Liga 3 musim depan.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.