Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Serangan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya Israel ke wilayah Teheran, Iran memicu gelombang konflik pada Sabtu (28/2/2026) kemarin.
Tak tinggal diam, Iran pun membalas serangan AS-Israel dengan meluncurkan rudal menargetkan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Melihat konflik yang semakin meluas tersebut, lantas sikap politik apa yang harus diambil Pemerintah Indonesia?
Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas Diserang AS-Israel
Menanggapi hal itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahato Juwana memberikan 5 saran langkah politik Indonesia.
Pertama, Indonesia harus mengutuk serangan Israel yang memulai terjadinya peperangan.
“Karena tidak sesuai dengan Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB yang menentukan negara wajib menahan diri untuk menggunakan kekerasan terhadap teritorial integritas wilayah negara lain,” kata Hikmahato, Minggu (1/3/2026).
Kedua, Indonesia memintas AS untuk menahan diri dalam pelibatan serangan Israel.
Ketiga, Indonesia meminta Dewan Keamanan (DK) PBB untuk melakukan sidang darurat atas serangan Israel.
Keempat, Indonesia mendraf Resolusi Majelis Umum PBB.
Kelima, Indonesia meminta Chairman BoP Donald Trump agar segera mengambil tindakan dan melakukan rapat darurat BoP guna pembahasan penghentian serangan.
Imbas serangan AS-Israel, tersiar kabar pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei gugur. (m38)
--