Hikmahanto Juwana: Sebaiknya Indonesia Keluar dari BoP, Konsentrasi di PBB Saja
Dewi Agustina March 01, 2026 12:32 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, meminta pemerintah Indonesia segera keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

Desakan ini disampaikan Hikmahanto merespons serangan gabungan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Indonesia Gabung BoP, Ketua MPR: Upaya Diplomasi yang Luar Biasa

Hikmahanto menilai, keberadaan forum tersebut tidak berjalan sesuai tujuannya dan justru kontraproduktif.

"Memang BoP hanya digunakan untuk melegitimasi Israel mengambil Gaza," kata Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026).

Padahal, dalam aturan pendiriannya, forum ini dijanjikan sebagai solusi atas berbagai pertikaian global.

 

DEWAN PERDAMAIAN - Pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum resmi peluncuran mekanisme internasional Board of Peace sebagai platform kolaborasi global untuk mendukung stabilisasi kawasan konflik dan pemulihan pascakonflik, terutama di Gaza.
DEWAN PERDAMAIAN - Pertemuan perdana (Inaugural Meeting) Board of Peace (BoP) yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, Kamis (19/02/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum resmi peluncuran mekanisme internasional Board of Peace sebagai platform kolaborasi global untuk mendukung stabilisasi kawasan konflik dan pemulihan pascakonflik, terutama di Gaza. (BPMI Setpres)

 

"Meski dalam Pasal 1 akan menyelesaikan segala konflik, ternyata tidak efektif," ujar Hikmahanto. 

Oleh karena itu, mantan Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) ini menyarankan pemerintah untuk segera keluar dari BoP. 

"Sebaiknya Indonesia keluar dan konsentrasi di PBB saja," ungkapnya. 

Adapun Indonesia telah resmi bergabung dalam keanggotaan BoP. 

Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menghadiri KTT Dewan Perdamaian di Donald J. Trump US Institute of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

Pernyataan Pemerintah Iran

Pemerintah Iran dan Korps Garda Revolusi Iran atau IRGC mengeluarkan pernyataan resmi atas kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Ayatullah Ali Khamenei gugur dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.

Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Pemerintah Iran secara resmi telah mengkonfirmasi gugurnya Ali Khamenei dalam serangan AS dan Israel ke kediamannya, Sabtu (28/2/2026) pagi. 

Berikut pernyataan pemerintah Iran.

Dengan nama Tuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

"Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan." (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)

Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!

Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.

Beliau adalah penerus sejati Ruhullah (Imam Khomeini) yang selama lebih dari 37 tahun kepemimpinan bijak, memegang panji terdepan Islam dengan keberanian dan iman teguh, membuka babak baru dalam sejarah pemerintahan Islam, dan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah, memimpin umat Islam melawan kekafiran, tirani, dan kesombongan.

Syahid yang mulia, Ayatollah Agung Imam Khamenei, teladan pengorbanan dan perlawanan di era kini, adalah “Imam janji tulus, Imam harapan dan kekuatan” di benak kaum merdeka, tertindas, dan para pejuang dunia.

Namanya akan abadi bersama “Khomeini Sang Agung” di hati bangsa-bangsa dunia. Keilmuan luas, penguasaan ilmu kontemporer, kebijaksanaan, pandangan jauh, iman murni, ketulusan dalam amal, tekad baja, keyakinan mendalam pada kata dan perbuatannya, keberanian tiada banding, pengetahuan agama yang luas, jiwa lembut dan suci, serta harapan dan tawakal kepada Sang Pencipta adalah ciri khas luar biasa dari pribadi besar ini yang jarang ditemukan pada pemimpin politik mana pun.

Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini kepada Qa’im al-Mahdi (semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau), bangsa Iran yang mulia, umat Islam yang agung, dan seluruh kaum merdeka di dunia.

Sebagai bentuk simpati kepada bangsa Iran yang tangguh, pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur umum.

Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. 

Darah suci pemimpin agung ini akan mengalir bagaikan mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis.

Kali ini, dengan segala kekuatan dan ketegasan, bersandar pada umat Islam dan kaum merdeka dunia, kami akan membuat para pelaku dan dalang kejahatan besar ini menyesali perbuatannya.

Iran tercinta kita, dengan dukungan kemenangan ilahi, bersatu dan sehati, akan dengan bangga melewati masa sulit ini; sebab Allah senantiasa mengawasi musuh-musuh yang menindas dan menjadi penolong bagi orang-orang beriman serta kaum tertindas.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.