Jembatan Batang Bambu di Weh Kanis Bener Meriah Menjadi Jalur Transportasi 14 Desa Alami Rusak Parah
Rizwan March 01, 2026 01:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Jembatan darurat berbahan bambu untuk melintasi sungai Wih Kanis di Bener Meriah semakin rusak parah.

Warga sudah menyampaikan ke pemerintah agar jembatan darurat dibangun pasca banjir dan longsor itu dperbaiki, namun tidak kunjung direalisasasi.

Jembatan tersebut menjadi jembatan alternatif warga dari 14 desa hingga saat ini.

Melansir Kompas.com, tiga bulan pascabencana banjir dan longsor menerjang Kabupaten Bener Meriah, warga di Kecamatan Mesidah masih mengandalkan jembatan darurat berbahan bambu untuk melintasi sungai Wih Kanis yang beraliran deras.

Kini jembatan yang hanya dapat dilalui sepeda motor tersebut tiap harinya dilintasi ribuan masyarakat tanpa peduli resiko.

Jembatan yang mulai renggang dan rapuh mengancam nyawa pengendara sepeda motor atau pejalan kaki.

"Iya, sekarang jembatan ini satu-satunya akses yang dipilih warga untuk melintas. Yang lewat beragam ya, ada petani, tenaga kesehatan, pegawai kecamatan, banyaklah pokoknya," kata Aman Gawa, seorang warga saat ditemui Kompas.com, Jumat (27/2/2026).

Menurut Aman Gawa, jembatan berbahan bambu itu dibangun secara swadaya oleh warga pasca bencana longsor dan banjir bandang melanda wilayah tersebut, inisiatif tersebut lahir saat warga terisolasi akibat rusaknya jembatan permanen.

Selain itu, Kecamatan Mesidah merupakan salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah saat bencana melanda Kabupaten setempat.

Jembatan Weh Kanis Menjadi Jalur Transportasi 14 Desa

Sebanyak 14 Kampung di Kecamatan Mesidah mengandalkan jembatan darurat sebagai penunjang hidup sehari-hari.

Selain untuk memenuhi kebutuhan pokok warga jelas Aman Gawa, setiap hari jembatan darurat juga dilintasi ratusan petani untuk mengangkut hasil panen.

"Ini kan sudah mulai panen kopi sedikit-sedikit, kalau nanti mulai panen raya bagaimana, kalau terlalu banyak sepeda motor bermuatan berat lewat, bisa-bisa jembatan darurat itu roboh.

Sekarang saja sudah mulai renggang dan rapuh. Kalau jembatan darurat itu rusak lagi, bagaimana nasib kami," keluhnya.

Adapun dari 14 desa, ada beberapa desa sangat bergantung pada jembatan Wih Kanis, yaitu desa-desa yang masuk wilayah kemukiman Tungku Tige.

Selebihnya, dapat mengakses jalan alternatif melalui rute jalan Pondok Baru - Samar Kilang.

Kendatipun tersedia jalur lain, namun jalur jembatan Wih Kanis tetap menjadi pilihan utama warga, hal tersebut disebabkan lamanya waktu perjalanan jika harus melewati jalur alternatif, bahkan bisa memakan waktu satu hingga dua jam perjalanan.

Warga Berencana Perbaiki Jembatan Secara Swadaya

Bila tidak kunjung diperbaiki Pemerintah, warga berinisiatif memperbaiki kembali jembatan secara swadaya. Sebagian besar warga telah sepakat mengumpulkan dana secara patungan.

Mengingat jembatan tersebut saat ini sudah mulai rusak dan sering menyebabkan kecelakaan tunggal.

"Disini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan, jangan tunggu dulu memakan nyawa baru di perbaiki. Sudah tiga bulan berlalu. Itu bambu tidak tahan lama, kalau tetap tidak diperbaiki, gawat kan," ujar warga lainnya.

Sebelumnya ia dan warga lainnya sudah melaporkan jembatan tersebut ke Pemerintah setempat agar secepatnya diperbaiki, namun sampai saat ini belum ada tindakan nyata.

"Mereka (Pemerintah) saat kami melapor selalu menjawab Iya permintaan kami, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Katanya satu-satu dulu diperbaiki. Tapi nyatanya, warga lainpun ada yang swadaya, itu contohnya jalan Weh Ni Pase, swadaya juga kan," pungkasnya.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Waktu Shalat Aceh Tengah dan Bener Meriah Hari Ini 1 Maret 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.