TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon (TEH PONCI).
Kegiatan digelar di Hotel Java Heritage Purwokerto, Jumat–Minggu (27 Februari–1 Maret 2026).
Forum strategis ini diikuti jajaran pimpinan dari delapan PTKIN, yakni UIN Saizu Purwokerto, UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Salatiga, UIN Sunan Kudus, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, dan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Peserta terdiri atas Rektor, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, para dekan, direktur pascasarjana, ketua LPM dan LPPM, hingga Dharma Wanita Persatuan (DWP). Dari UIN Saizu, hadir Rektor Prof. Ridwan, Wakil Rektor I Prof. Suwito, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Wakil Rektor III Prof. Sunhaji, Kabiro AUPK Nugraha Stiawan, para dekan, direktur pascasarjana, dan jajaran panitia.
Kegiatan dibuka pukul 16.00 WIB di Krishna Ballroom.
Dalam laporannya, Ketua Panitia yang merupakan Kabiro AUPK UIN Saizu Purwokerto, Nugraha Stiawan menyampaikan bahwa FGD mengangkat tema “Penguatan Pondasi Transformasi Pendidikan Keagamaan untuk Meningkatkan Daya Saing Global.”
“Forum ini bertujuan merumuskan arah transformasi pendidikan keagamaan yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan global. Seluruh PTKIN se-Jawa Tengah, Ponorogo, dan Cirebon hadir untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis,” ujarnya.
Sementara Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof. Ridwan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UIN Saizu sebagai tuan rumah, amanat dari pertemuan sebelumnya di UIN Walisongo Semarang.
“Alhamdulillah, kami keluarga besar UIN Saizu mendapatkan kehormatan untuk bersama-sama berproses selama tiga hari. Ini amanat forum yang harus kami laksanakan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa bahagia atas kehadiran hampir seluruh pimpinan PTKIN.
“Ini membahagiakan kami. Atas nama tuan rumah, kami mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Ridwan turut menyampaikan apresiasi kepada Prof. Nizar Ali yang akan segera purna tugas sebagai Rektor UIN Walisongo Semarang, seraya menyanjung dedikasi dan kepemimpinan beliau sebagai rektor senior.
Ketua Forum PTKIN Se-Jateng dan Ponci, Prof. Zaenal Mustakim, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang konsolidasi menghadapi berbagai tantangan regulasi dan kebijakan.
“Kita perlu forum ini untuk menyaring bersama, saling memberikan informasi, agar persoalan-persoalan strategis tidak menjadi beban yang menyulitkan di kemudian hari,” ujarnya.
Forum ini juga menjadi momentum reflektif menjelang berakhirnya masa jabatan Prof. Nizar Ali.
Dalam sambutannya, Prof. Nizar menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas perjalanan kepemimpinannya.
“Jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah, tanggung jawab moral, sekaligus ruang pengabdian yang penuh dinamika,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil selalu dilandasi niat menjaga marwah institusi dan mendorong kemajuan bersama, termasuk dalam penguatan tata kelola, mutu akademik, serta jejaring kerja sama.
Usai pembukaan dan foto bersama, azan magrib berkumandang dan para peserta melaksanakan buka puasa bersama di ballroom tersebut.
Agenda dilanjutkan dengan pembagian empat komisi yang membahas isu-isu strategis PTKIN, meliputi kurikulum, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pemeringkatan kampus, tarif pascasarjana, skema remunerasi, cyber security, hingga rekognisi prestasi mahasiswa.
Sidang komisi berlangsung pukul 20.30–22.30 WIB dan akan berlanjut pada sesi berikutnya keesokan hari.
Sebagai tuan rumah, UIN Saizu menegaskan komitmennya untuk terus menjadi bagian aktif dalam transformasi pendidikan tinggi keagamaan Islam, sekaligus memperkuat sinergi antar-PTKIN demi meningkatkan daya saing global.(***)