Tanpa Ampun, Trump Tak Hentikan Serangan ke Iran meski Khamenei Tewas, Teheran Masih Bungkam
Latif Ghufron Aula March 01, 2026 01:55 PM

– Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa serangan udara terhadap Iran akan terus dilakukan tanpa henti selama dianggap perlu demi mencapai perdamaian di Timur Tengah dan dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Sabtu (28/2/2026), menyusul klaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.

“Pengeboman berat dan presisi akan terus berlanjut, tanpa gangguan sepanjang minggu ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yakni perdamaian di seluruh Timur Tengah dan, bahkan, dunia!” tulis Trump dalam pernyataannya.

Operasi militer gabungan yang disebut “Operation Epic Fury” dilaporkan dimulai pada pukul 01.15 waktu setempat. Serangan tersebut menyasar sejumlah target strategis, termasuk fasilitas komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), lokasi peluncuran rudal balistik dan drone, lapangan udara militer, serta sistem pertahanan udara Iran.

Trump juga menguraikan rencana perubahan rezim di Iran.

Ia menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintahan mereka setelah rangkaian pengeboman berakhir.

Selain itu, ia berjanji akan melumpuhkan kemampuan nuklir, rudal balistik, dan kekuatan militer Iran.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran terkait klaim tewasnya Khamenei maupun dampak keseluruhan dari operasi militer tersebut.

Situasi di kawasan Timur Tengah kini semakin memanas menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Komunitas internasional pun terus memantau perkembangan terbaru yang berpotensi memperluas konflik di kawasan tersebut.

Kematian Khamenei

Trump mengumumkan bahwa Khamenei tewas, mengakhiri 36 tahun kekuasaannya sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Pengumuman itu juga disampaikan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan hal serupa.

“Ini adalah peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali Negara mereka,” kata Trump.

Ia menambahkan, “Kami mendengar bahwa banyak dari IRGC, militer, serta pasukan keamanan dan polisi mereka tidak lagi ingin bertempur dan sedang mencari kekebalan dari kami.”

Menurut laporan Axios yang dikutip dalam sumber, jasad Khamenei ditemukan di kompleksnya yang hancur akibat serangan Israel.

Lembaga kajian Institute for the Study of War (ISW) menyebut Israel berfokus pada serangan “pemenggalan” kepemimpinan, sementara AS lebih banyak menargetkan sasaran militer.

ISW juga mengutip laporan bahwa komandan IRGC, menteri pertahanan Iran, kepala intelijen, serta sekretaris dewan pertahanan turut tewas.

Khamenei sendiri memimpin Iran sejak 1989, menggantikan pendiri revolusi Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Konstitusi Iran mengatur bahwa dewan ulama harus memilih pemimpin tertinggi baru.

Namun, rangkaian serangan terhadap jajaran elite disebut membuat struktur kepemimpinan negara itu kacau dan berpotensi memicu krisis suksesi.

Korban dan respons Iran

Bulan Sabit Merah Iran mengatakan kepada media pemerintah bahwa lebih dari 200 orang tewas dan hampir 750 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan sedang menyelidiki laporan bahwa serangan menghantam sebuah sekolah putri di Iran selatan yang menurut pejabat Iran menewaskan lebih dari 80 siswi.

ISW menyebut Iran merespons serangan AS dan Israel dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Iran telah merespons serangan AS dan Israel dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata ISW, seraya mencatat bahwa 35 rudal telah diluncurkan ke Israel sejauh ini.

Iran juga mengirim rudal dan drone ke berbagai wilayah, menargetkan pangkalan AS di Teluk Persia, termasuk di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Trump beri “jalan keluar” Meski eskalasi meningkat, Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia memiliki beberapa “jalan keluar”.

Salah satu opsi bahkan membuka kemungkinan serangan tambahan di masa depan.

“Saya bisa melanjutkan lebih lama dan mengambil alih seluruhnya, atau mengakhirinya dalam dua atau tiga hari dan mengatakan kepada Iran, ‘Sampai jumpa lagi dalam beberapa tahun jika Anda mulai membangun kembali program nuklir dan rudal Anda,’” ujarnya.

“Bagaimanapun juga, mereka akan membutuhkan beberapa tahun untuk pulih dari serangan ini.”

Serangan terjadi setelah negosiasi antara diplomat AS dan Iran terkait program nuklir mengalami kebuntuan.

Trump dan anggota parlemen dari kedua partai tetap menentang pengembangan senjata nuklir oleh Iran, yang selama ini dibantah Teheran.

(*)

# amerika serikat # Ali Khamenei # iran # donald trump

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.