MBG di Bulan Ramadan Tetap Jalan, Pendistribusian Disesuaikan Kondisi Wilayah
Rivaldi Ade Musliadi March 01, 2026 02:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pelaksaan program Makan Bergizi Geratis (MBG) pada bulan suci Ramadhan mengalami penyesuaian terutama dalam hal menu yang dibagikan kepada para penerima manfaat. 

Diketahui, pada hari biasa para siswa menerima menu basah yang dikonsumsi langsung di sekolah.

Namun selama bulan puasa, khususnya bagi para penerima manfaat yang beragama Muslim atau yang menjalankan ibadah puasa, diberikan makanan kering yang lebih tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka.

Sementara itu, bagi penerima manfaat yang non-Muslim atau tidak menjalankan ibadah puasa, tetap diberikan menu basah seperti hari biasa dan dapat dikonsumsi langsung di sekolah. 

• Pemkab Kayong Utara Gelar GPM di Sukadana, Sediakan 600 Paket Beras dan Paket Ramadan Terjangkau

Kepala Regional (Kareg) MBG provinsi Kalimantan Barat, Agus Kurniawi mengatakan kebijakan pendistribusian makanan pada bulan suci Ramadhan disesuaikan dengan kondisi mayoritas masyarakat di masing-masing wilayah.

"Jika di tempat yang mayoritas non muslim atau tidak berpuasa bisa di lakukan pendistribusian menu seperti sebelum puasa. Untuk yang mayoritas puasa menggunakan menu kering," ujannya saat dikonfirmasi Tribunpontianak.co.id, Minggu 1 Maret 2026.

Agus menambahkan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan MBG selama Ramadan, menu yang diberikan berupa makanan kering seperti telur, buah, roti, kurma, atau makanan khas lokal lainnya.

"Kalau SOP pelaksanaan MBG di bulan Ramadan khusus menu itu menu kering seperti telur, buah, roti, kurma atau makanan khas lokal lainnya dengan tetap menerapkan SOP keamanan pangan seperti mengecek kedaluwarsa, izin produk seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan kaidah pemenuhan gizi seimbang," jelasnya. 

Ia juga menegaskan, menu yang diberikan bukan makanan kemasan dalam arti produk pabrikan ultra-processed food (UPF) yang dijadikan sebagai menu utama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Selain itu, menu yang cepat basi dan bercita rasa pedas juga tidak dianjurkan untuk dibagikan selama Ramadan, guna menjaga kualitas dan keamanan pangan hingga waktu berbuka.

Agus menyebut, adapun mekanisme pendistribusian tetap dilakukan pada pagi hari di sekolah, namun makanan tersebut tidak dikonsumsi langsung melainkan dibawa pulang oleh siswa untuk disantap saat berbuka puasa.

"Untuk pendistribusian sendiri dilakukan pada pagi hari dan makanan di bawa pulang oleh siswa untuk di konsumsi pada saat berbuka puasa," katanya. 

Dengan adanya penyesuaian yang dilakukan diharapkan kualitas dan keamanan makanan tetap terjaga hingga waktu berbuka.

Meski demikian, menu yang disiapkan tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang serta memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku, sehingga kebutuhan nutrisi para penerima manfaat tetap terpenuhi selama Ramadan. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.