Kematian Khamenei Picu Gelombang Aksi Protes di Kedubes AS, Irak Memanas
Endra Kurniawan March 01, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan operasi militer untuk menyerang iran, Sabtu (28/2/2026) pukul 09.45 waktu setempat.

Dalam operasi militer tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei dinyatakan tewas.

Khamenei tewas setelah kompleks kediamannya diserang AS dan Israel.

Stasiun televisi Iran mengonfirmasi kematian Ali Khamenei pada Minggu (1/3/2026) pagi, beberapa jam, setelah As dan Israel mengklaim kematiannya.

Atas tewasnya Khamenei tersebut, terjadi ledakan protes di Kantor Kedutaan AS di Baghdad, Irak.

Baca juga: Lebih 200 Warga Iran Tewas dalam Serangan Israel-AS, Garda Revolusi: Balasan Terkuat Segera Datang

Diwartakan Aljazeera, massa pengunjuk rasa sempat terlibat ketegangan dengan aparat keamanan Irak saat aksi demo pecah.

Dari video yang beredar, massa berupaya untuk mendekati dan menyerbu kompleks Kedubes AS.

Aksi tersebut dipicu kemarahan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Khamenei.

Nampak dalam video yang tersebar di X, para demonstran mengibnarkan bendera dan meneriakkan slogan sambil berkabug atas kematian Khamenei.

Video lain yang turut diverifikasi memperlihatkan sebagian massa mencoba menghambat arus lalu lintas di sebuah bundaran yang berada di dekat akses masuk menuju Zona Hijau.

Khamenei Tewas

Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam operasi militer Epic Fury dari AS dan Israel.

Donald Trump, Presiden AS dalam Truth Social melaporkan kematian Khamenei.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati. Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya," tulis Trump.

Kematian pemimpin tertinggi Iran ini, ujar Trump, menjadi kesempatan bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara dari kekuasaan Khamenei.

Pemimpin Iran Berikutnya

88 Anggota Majelis Ahli akan berkumpul dan berdiskusi tentang siapa yang akan menjadi pemimpin Iran berikutnya.

Ada dua skenario yang akan dijalankan.

Baca juga: DPR Dukung Penuh Keputusan Prabowo Jadi Mediator AS-Iran: Langkah Diplomatik yang Baik

Pertama, sebelum tewas, Ali Khamenei telah memberikan empat nama siapa penerusnya dan akan memilih salah satu di antaranya.

Skenario lainnya, untuk sementara ada empat orang yang akan menjalankan negara samapi pemimpin baru terpilih.

(Tribunnews.com, Muhammad Renald Shiftanto/Endra Kurniawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.