Aset Perbankan Sulsel hingga 2025 Capai Rp214,32 Triliun, DPK Tumbuh 9,74 Persen
Ari Maryadi March 01, 2026 05:05 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kinerja sektor perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan pertumbuhan positif hingga akhir 2025.

Berdasarkan data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sejumlah indikator utama mencatatkan pertumbuhan tahunan (year on year/yoy) yang solid.

“Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan pada indikator total aset, dana pihak ketiga dan kredit menunjukkan pertumbuhan positif, kata Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar), Moch Muchlasin, di Makassar, Minggu (1/3/2026).

OJK mencatat, total aset perbankan di Sulsel hingga Desember 2025 tercatat Rp214,32 triliun atau tumbuh 5,33 persen yoy.

Pertumbuhan ini melanjutkan tren ekspansi sektor jasa keuangan yang tetap resilien di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh lebih tinggi yakni sebesar 9,74 persen yoy menjadi Rp146,61 triliun. 

Struktur DPK masih didominasi oleh tabungan dengan pangsa 59,92 persen, diikuti deposito sebesar 25,23 persen dan giro 14,85 persen. 

Sementara itu, penyaluran kredit juga menunjukkan kinerja yang membaik. 

Total kredit yang disalurkan mencapai Rp172,92 triliun atau tumbuh 5,26 persen yoy.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit tahun 2024 yang sebesar 4,23 persen.

Hal ini menandakan adanya percepatan pembiayaan ke sektor riil seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi daerah.

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit produktif memiliki pangsa sebesar 53,07 persen dan tumbuh 3,06 persen pada 2025, setelah sempat mengalami kontraksi tipis sebesar -0,08 persen pada 2024. 

Di sisi lain, kredit konsumtif tetap tumbuh cukup tinggi yakni 7,85 persen.

Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit pada sektor perdagangan besar dan eceran menjadi yang terbesar dengan pangsa 22,19 persen dari total kredit yang disalurkan. 

Kinerja intermediasi perbankan juga tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 117,95 persen. 

Meski cukup tinggi, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) masih dalam batas terkendali di level 3,65 persen.

Perbankan Syariah Tumbuh Positif 

OJK Sulselbar juga mencatat, perbankan syariah turut menunjukkan performa yang positif hingga akhir 2025.

Total aset perbankan syariah tumbuh 22,38 persen yoy menjadi Rp21,81 triliun. 

DPK perbankan syariah meningkat 20,64 persen menjadi Rp14,66 triliun.

Sementara penyaluran pembiayaan melonjak 23,69 persen yoy. menjadi Rp17,58 triliun.

Adapun tingkat intermediasi perbankan syariah tercermin dari Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 119,94 persen dengan tingkat pembiayaan bermasalah (NPF) yang relatif rendah di angka 1,72 persen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.