Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengemukakan bahwa optimalisasi teknologi "Refuse Derived Fuel" (RDF) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Jakarta.

“Melalui teknologi ini volume timbunan sampah dapat ditekan secara signifikan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat dan ramah bagi masyarakat,” kata dia di Jakarta, Minggu.

Pihaknya telah melakukan Apel Pencanangan Pengelolaan Sampah di RDF Rorotan pada Sabtu (28/2) yang merupakan wujud komitmen bersama dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah terpadu.

“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mewujudkan wilayah yang bersih, tertata dan berdaya,” katanya.

Pencanangan ini menandai penguatan peran RDF Plant Rorotan sebagai salah satu fasilitas pengolahan sampah modern yang diharapkan mampu mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta mendukung target pengurangan sampah nasional.

Hal ini menunjukkan komitmen kuat lintas sektor dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan.

“RDF Rorotan diharapkan menjadi contoh kawasan pengelolaan sampah modern di Jakarta Utara yang bersih, tertata, dan berdaya guna bagi lingkungan maupun masyarakat,” kata dia.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan optimalisasi fasilitas RDF merupakan solusi pengolahan sampah berkelanjutan di Jakarta Utara maupun DKI Jakarta.

“Optimalisasi fasilitas RDF ini penting dalam penanganan sampah berkelanjutan,” kata dia saat apel kegiatan kebersihan Gerakan Indonesia ASRI di Halaman Kantor Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Jakarta Utara, Selasa (17/2).



Ia mengatakan, wilayah Jakarta Utara menghasilkan lebih dari 1.300 ton sampah per hari sehingga perlu menjadi perhatian serius. Dia menyoroti peran strategis kepala daerah dalam pengelolaan sampah sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Menurut dia, dukungan TNI dan Polri menjadi bagian dari mandat nasional untuk mempercepat penanganan sampah di seluruh wilayah.

Ia mengatakan, Gerakan Indonesia ASRI menjadi simbol sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI dan Polri dalam mempercepat penanganan sampah.

Hanif menegaskan bahwa gerakan kebersihan merupakan amanat langsung Presiden melalui Gerakan Indonesia Asri. "Kami menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat," katanya.