TRIBUNJABAR.ID - Sukabumi, Jawa Barat (1/3) - Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan optimal dan tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Program MBG bersama mitra kerja yang digelar di Pondok Pesantren Modern Assalam 2, Kecamatan Warung Kiara, Sukabumi pada Sabtu, (28/2).
Dalam sambutannya, Zainul menekankan pentingnya keterbukaan dan dialog antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan. Ia membuka ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk kritik dan masukan terhadap pelaksanaan program di lapangan.
“Saya ingin forum ini menjadi ruang diskusi yang terbuka. Silakan sampaikan keluhan, kritik, maupun masukan terkait pelaksanaan MBG, termasuk isu-isu yang mungkin beredar di media sosial. Program ini harus kita kawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Zainul.
Ia mengakui bahwa dalam pelaksanaan program di berbagai daerah masih terdapat tantangan, seperti persepsi terhadap menu maupun pemerataan distribusi. Namun menurutnya, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan program.
“Tidak semua wilayah bisa disamaratakan. Ada yang sudah berjalan baik, ada pula yang masih perlu perbaikan. Justru dari aspirasi masyarakat inilah kita bisa mengetahui apa yang harus dibenahi,” tegasnya.
Zainul juga mengajak masyarakat untuk melihat Program MBG sebagai langkah strategis dalam membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. Ia menyoroti pentingnya sarapan dan asupan gizi seimbang bagi anak-anak sebelum mengikuti kegiatan belajar.
“Sarapan adalah fondasi energi dan konsentrasi anak. Anak yang mendapatkan asupan gizi cukup akan lebih siap menerima pelajaran. Yang enak di lidah belum tentu baik untuk tubuh. Karena itu, kita perlu membangun pemahaman bersama tentang pentingnya pola makan sehat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Program ini melibatkan masyarakat sekitar, mendorong pergerakan ekonomi lokal, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.
“Program ini bukan sekadar membagikan makanan. Ini adalah upaya membangun generasi sehat dan cerdas. Saya pribadi awalnya sempat meragukan, tetapi setelah memahami tujuan dan dampaknya, saya melihat program ini memiliki niat yang sangat baik dan manfaat yang luas,” katanya.
Sebagai mitra kerja pemerintah di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Komisi IX DPR RI memastikan akan terus melakukan pengawasan agar Program MBG berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program ini tidak akan sempurna tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat. Mari kita jadikan ini sebagai gerakan bersama menuju generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas,” tutup Zainul.