Waspada Bibit Siklon 90S di Samudra Hindia: Ancaman Gelombang Tinggi Mengintai Pesisir Cilacap
raka f pujangga March 01, 2026 06:11 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Bibit Siklon Tropis 90S terpantau terbentuk di Samudra Hindia dan berpotensi memicu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa, termasuk wilayah Cilacap.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan bibit siklon tersebut terbentuk pada 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.

“Berdasarkan analisis Minggu, 1 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi berada di sekitar 11,4 derajat Lintang Selatan dan 103,4 derajat Bujur Timur atau di Samudra Hindia barat daya Lampung,” ujar Teguh.

Baca juga: Banjir Bandang di Guci Dipengaruhi Aktivitas Siklon Tropis Luana

Ia menjelaskan, kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini mencapai 15 knot atau sekitar 27 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1005 hPa.

“Dalam 12 jam terakhir aktivitas konvektifnya masih fluktuatif, sempat terbentuk awan konvektif dalam pada dini hari, namun pagi ini kembali melemah,” jelasnya.

Menurut Teguh, aktivitas konvektif dominan terjadi di bagian barat sistem, sementara di timur laut meluas hingga selatan Banten dan Jawa Barat akibat terbentuknya wilayah belokan angin dari sirkulasi lemah 90S.

Ia menambahkan, secara lingkungan atmosfer bibit siklon 90S didukung suhu muka laut yang hangat berkisar 28 hingga 30 derajat Celsius serta kelembapan udara yang cukup basah di lapisan bawah.

“Namun ada juga faktor penghambat seperti vertical wind shear kategori sedang hingga kuat dan suplai angin yang belum signifikan sehingga dalam 24 sampai 48 jam ke depan peluang menjadi siklon tropis masih rendah,” katanya.

BMKG memprakirakan dalam 24-48 jam ke depan intensitas bibit 90S cenderung persisten dengan kecepatan angin 15-20 knot dan bergerak perlahan ke arah timur.

“Dalam 72 jam ke depan ada potensi interaksi dengan sistem lain di sekitar perairan Australia utara atau selatan Nusa Tenggara yang bisa meningkatkan intensitasnya menjadi kategori peluang sedang,” terang Teguh.

Secara tidak langsung, bibit Siklon Tropis 90S berdampak pada peningkatan curah hujan sedang hingga lebat di Bengkulu, Lampung, dan Banten serta gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia Barat Lampung, selatan Jawa, dan Selat Sunda bagian selatan.

Untuk wilayah Cilacap, Teguh mengingatkan adanya potensi gelombang laut tinggi di perairan selatan serta peluang hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau nelayan dan masyarakat pesisir Cilacap untuk waspada terhadap peningkatan tinggi gelombang dan selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG,” pungkasnya.

Apa Itu Siklon 90S

Apa itu Siklon Tropis 90S?
Kode 90S merupakan identitas sementara. Huruf "S" merujuk pada South (Selatan), yang berarti sistem ini berada di Belahan Bumi Selatan (Samudra Hindia atau perairan sekitar Australia dan Indonesia).

Siklon tropis terbentuk dari kumpulan awan konvektif yang mulai berputar karena gaya Coriolis. Agar sebuah bibit seperti 90S naik status menjadi "Siklon Tropis" penuh, ia harus memenuhi syarat kecepatan angin tertentu (biasanya di atas 63 km/jam) dan struktur pusat tekanan rendah yang stabil.

Dampak Siklon Tropis 90S bagi Wilayah Terdekat

Meskipun pusat bibit siklon seringkali berada di perairan, dampaknya bisa terasa sangat kuat di daratan melalui fenomena Cuaca Ekstrem. 

Berikut adalah dampak utamanya:

1. Cuaca di Daratan

Hujan Lebat hingga Ekstrem: Tarikan massa udara ke pusat siklon seringkali menyebabkan pembentukan awan hujan yang sangat masif di wilayah sekitarnya.

Ini meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.

Angin Kencang: Area yang berada di dalam radius pengaruh siklon akan mengalami peningkatan kecepatan angin yang dapat merusak bangunan non-permanen dan menumbangkan pohon.

2. Kondisi Perairan (Kelautan)

Gelombang Tinggi: Siklon memicu gelombang laut yang signifikan (bisa mencapai 2.5 hingga 6 meter tergantung kekuatan sistem). Hal ini sangat berbahaya bagi pelayaran kecil dan aktivitas nelayan.

Storm Surge (Rob): Peningkatan ketinggian air laut akibat tekanan udara yang rendah dan dorongan angin, yang bisa menyebabkan air laut masuk ke daratan (banjir rob).

3. Dampak Tidak Langsung

Jika pusat siklon menjauh, ia justru bisa "menarik" awan-awan di sekitarnya, yang kadang mengakibatkan cuaca cerah yang menyengat di suatu wilayah, namun di sisi lain menyebabkan cuaca buruk yang terkonsentrasi di wilayah yang searah dengan lintasan siklon tersebut.

Baca juga: Waspada Siklon Tropis Luana! Picu Intensitas Hujan dan Potensi Angin Kencang di Jawa Tengah

Bagaimana Cara Memantaunya?

Di Indonesia, perkembangan bibit siklon dipantau oleh TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) Jakarta di bawah BMKG.

Mereka mengeluarkan pembaruan setiap beberapa jam mengenai:

Koordinat posisi pusat bibit.

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat.

Arah pergerakan (apakah mendekat atau menjauh).

Level potensi (Rendah, Sedang, atau Tinggi) untuk menjadi siklon dalam 24 jam ke depan. (ray/raf)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.