SURYA.co.id, SURABAYA — Kabar gembira bagi warga Surabaya. Pemkot Surabaya berencana menggelar pasar murah serentak di 31 kecamatan sebagai upaya menjaga stabilitas harga selama Ramadan.
Untuk memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan, total ada 93 lokasi yang akan menjadi titik pelaksanaan.
“Pasar murah ini bukan hanya soal harga yang lebih terjangkau, tetapi juga upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” kata Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, dikonfirmasi SURYA.co.id Minggu (1/3/2026).
Rencananya, pasar murah tersebut akan digelar pada 2 Maret 2026 mulai pukul 07.30 WIB di 31 lokasi. Kemudian dilanjutkan pada 5 Maret 2026 mulai pukul 08.00 WIB di 62 lokasi.
“Pelaksanaannya kami sesuaikan menjadi tanggal 2 dan 5 Maret, dan akan digelar serentak di seluruh kecamatan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Mia.
Baca juga: Pasar Murah Ramadan Sidoarjo 2026: Cek Jadwal dan Lokasi di 10 Kecamatan
Komoditas yang dijual difokuskan pada kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, gula, minyak goreng, telur, cabai merah, daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan bawang putih.
Seluruh komoditas dijual dengan harga di bawah harga pasar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli warga.
Stok tersebut disesuaikan dengan hasil pantauan di pasar terkait komoditas yang paling banyak dicari masyarakat. “Kalau sekarang yang paling banyak dibeli tetap beras, minyak, dan gula. Telur juga mulai banyak dicari karena kebutuhan Ramadan,” jelas Mia.
Ia menambahkan, untuk komoditas seperti daging dan cabai, lonjakan permintaan biasanya terjadi sekitar 10 hari hingga dua minggu menjelang Lebaran.
Pada periode tersebut, kebutuhan rumah tangga meningkat sehingga permintaan ikut terdongkrak.
Baca juga: Safari Ramadan di Kabupaten Lamongan, Ada Layanan Adminduk hingga Pasar Murah
Selain memastikan stok tetap tersedia, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan potensi inflasi.
"Kita ingin masyarakat tidak khawatir soal ketersediaan barang. Dengan adanya pasar murah, komoditas yang berpotensi memicu kenaikan harga tetap tersedia dan bisa diakses dengan mudah,” tuturnya.
Ia menjelaskan, terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, seperti cabai. Rata-rata harga cabai di Surabaya menyentuh Rp80 ribu per kilogram.
Menurutnya, kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi faktor eksternal, misalnya gangguan produksi di daerah penghasil akibat cuaca atau curah hujan tinggi.
Namun berdasarkan data yang dikoordinasikan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), harga kebutuhan pokok di Surabaya selama Januari hingga Februari masih relatif stabil.
Untuk menjaga kondisi tersebut selama Ramadan, Dinkopumdag melakukan pemantauan harian di pasar-pasar pantauan.
Jika ditemukan kenaikan signifikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menelusuri penyebab dan mencari solusi cepat.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama langsung dengan sejumlah daerah penghasil bahan pangan.
"Melalui kerja sama tersebut, komoditas dari daerah akan didistribusikan ke Surabaya, khususnya produk pertanian seperti sayur, buah, dan beras, guna menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan di dalam kota,” tuturnya.