Menteri Perang AS Pete Hegseth Bersumpah Hancurkan Angkatan Laut Iran
Ansari Hasyim March 01, 2026 06:35 PM

SERAMBINEWS.COM - Menteri Perang AS Pete Hegseth menyatakan akan menghancurkan angkatan laut Iran dengan menambahkan akan mengerahkan seluruh kekuatan militer negara tersebut sesuai yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah postingan di X, Hegseth mengatakan bahwa Washington DC “tidak akan mentolerir misil” kuat yang menargetkan orang Amerika, setelah Iran melancarkan serangan balik menyusul serangan gabungan AS dan Israel.

“Rudal-rudal itu akan dihancurkan, bersama dengan produksi rudal Iran. Angkatan Laut Iran akan dihancurkan,” katanya.

Baca juga: Iran Serang Semua Negara Teluk, Gempur 27 Pangkalan AS di Timur Tengah, Cuma Oman yang Tak Diserang

“Seperti yang dikatakan Presiden Trump sepanjang hidupnya, Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Amerika Serikat tidak memulai konflik ini, tapi kami akan menyelesaikannya. Jika Anda membunuh atau mengancam orang Amerika di mana pun di dunia — seperti yang dimiliki Iran — maka kami akan memburu Anda, dan kami akan membunuh Anda," tambah Hegseth.

Ledakan di Teheran

Sementara itu rentetan ledakan besar melanda ibu kota Iran hari Minggu ketika militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sasaran di Teheran tengah. 

Dari rekaman vidoe yang beredar tampak beberapa lokasi di Teheran menjadi sasaran pemboman diikuti dengan ledakan hebat dan asap membumbung tinggi.

Serangan ini terjadi satu hari setelah AS dan Israel menyerang Iran dan membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, meningkatkan risiko ketidakstabilan regional.

Presiden Donald Trump telah mengumumkan kematiannya beberapa jam sebelumnya, dengan mengatakan bahwa hal itu memberi Iran “peluang terbesar mereka” untuk “mengambil kembali” negara mereka.

Baca juga: Iran Serang Semua Negara Teluk, Gempur 27 Pangkalan AS di Timur Tengah, Cuma Oman yang Tak Diserang

Sementara itu Israel mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah meluncurkan gelombang serangan lain ke jantung Teheran ketika rakyat Iran bergulat dengan ketidakpastian setelah pembunuhan pemimpin tertinggi veteran mereka dalam serangan AS dan Israel sehari sebelumnya.

Dalam serangan lain bagi para pemimpin Iran, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi tewas dalam serangan itu, kata penyiar Iran TV.

Amerika Serikat akan memukul Iran "dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya," kata Trump pada hari Minggu.

"Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan melakukan pukulan yang sangat keras hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya," kata Trump dalam sebuah postingan di Truth Social.

Dia menambahkan, "MEREKA SEBAIKNYA TIDAK MELAKUKAN ITU, NAMUN, KARENA JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MEMUKUL MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!"

Pejabat tinggi keamanan Iran, Ali Larijani, mengatakan dewan kepemimpinan sementara akan dibentuk.

Dia menuduh Amerika Serikat dan Israel mencoba menjarah dan menghancurkan Iran dan memperingatkan "kelompok separatis" akan tanggapan keras jika mereka mencoba bertindak, kata televisi pemerintah.

Dalam sambutan yang ditujukan kepada Trump dan sekutu dekatnya Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan mereka telah melewati garis merah dan akan "membayarnya".

Sebuah sumber kepada Reuters mengatakan tidak ada perubahan dalam strategi militer setelah pembunuhan Khamenei dan bahwa serangan akan terus menargetkan pejabat Iran dan infrastruktur rudal.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.