WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah.
Imbauan itu disampaikan Kemenlu menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.
Imbauan penundaan perjalanan ini dilakukan hingga situasi lebih kondusif demi menjaga keselamatan dan keamanan selama berada di luar negeri.
Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Memantau 58.873 Jemaah Umrah Seiring Eskalasi Keamanan di Timur Tengah
"Mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif," tulis Kemlu dikutip dari akun X @Kemlu_RI, Minggu (1/3/2026).
WNI juga diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.
Imbauan ini berlaku bagi WNI yang mengalami kendala perjalanan akibat perkembangan situasi di Timur Tengah.
Baca juga: 7 Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng ke Sejumlah Kota di Timur Tengah Dibatalkan
Kemenlu dan perwakilan RI di kawasan terus memantau situasi keamanan dan menyiapkan langkah penanganan.
Dalam situasi darurat, WNI dapat segera menghubungi Hotline Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.
Baca juga: Prihatin Dengan Kondisi Timur Tengah, Prabowo Siap ke Teheran untuk Mediasi AS-Israel-Iran
Setelah serangan itu, Israel menutup wilayah udaranya dan menetapkan keadaan darurat.
Dikutip dari The Guardian, Israel menutup wilayah udara untuk mengantisipasi kemungkinan serangan balasan Iran dengan drone dan rudal.
Juru bicara militer Israel menyatakan, serangan tersebut merupakan langkah pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negaranya.
Baca juga: Khamenei Dievakuasi Saat Israel Serang Teheran, Konflik Timur Tengah Memasuki Babak Baru
Laporan Associated Press menyebutkan, serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Amerika Serikat (AS) disebut turut terlibat dalam serangan tersebut.
Baca juga: Timnas Iran Disebut Ancam Mundur dari Piala Dunia 2026 setelah Ali Khamenei Tewas Akibat Serangan AS
Informasi itu disampaikan oleh sejumlah pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi tersebut.
Serangan itu terjadi saat AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke kawasan tersebut untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
Baca juga: Khamenei Tewas Bersama Putri hingga Cucu, Ini 4 Jenderal dan Pejabat Tinggi Iran yang Turut Tewas
Namun, tidak ada detail seputar kematiannya yang diumumkan.
Menyusul kematian Khamenei, Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari hari libur nasional.
Sumber: Kompas.com