TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, mengungkap sejumlah langkah yang perlu segera diambil Pemerintah Indonesia dalam merespons eskalasi konflik di Timur Tengah.
Langkah-langkah ini, ungkap Hikmahanto, perlu diambil merespons serangan gabungan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Menurut Hikmahanto, Indonesia perlu mengambil sikap politik yang tegas di level internasional karena serangan tersebut dinilai tidak sejalan dengan hukum internasional, khususnya prinsip larangan penggunaan kekerasan antarnegara.
"Indonesia harus mengutuk serangan Israel yang memulai perang ini karena tidak sesuai dengan Pasal 2 ayat 4 Piagam PBB yang mewajibkan negara menahan diri dari penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial negara lain," ujar Hikmahanto dalam keterangannya, Minggu (1/3/2026).
Ia menjelaskan, terdapat empat langkah utama yang sebaiknya ditempuh pemerintah Indonesia agar respons diplomatik tidak hanya bersifat pernyataan politik, tetapi juga berdampak secara internasional.
Pertama, Indonesia diminta secara resmi mengutuk tindakan Israel karena dianggap melanggar prinsip hukum internasional terkait kedaulatan negara.
Kedua, pemerintah Indonesia perlu mendesak Amerika Serikat agar menahan diri dari keterlibatan lebih jauh dalam serangan yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.
"Indonesia harus meminta AS utk menahan diri dalam pelibatan serangan Israel," sambungnya.
Ketiga, Indonesia diharapkan meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat guna membahas situasi konflik dan langkah penghentian eskalasi.
Keempat, Indonesia juga disarankan menyusun draf resolusi di Majelis Umum PBB untuk mengutuk tindakan Israel sekaligus mendorong tekanan internasional terhadap penghentian serangan.
Selain itu, Hikmahanto menilai Indonesia dapat meminta Ketua Badan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), yakni Presiden Amerika Serikat Donald Trump, agar segera mengambil langkah konkret.
Ia menilai perlu adanya rapat darurat guna membahas upaya penghentian serangan dan meredakan konflik.
Ia menekankan bahwa langkah diplomasi aktif penting dilakukan Indonesia sebagai negara yang selama ini konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur hukum internasional dan perdamaian dunia.
Baca juga: Serangan AS-Israel Bikin Iran Berduka: Pemimpin Ali Khamenei Gugur, Anak Sekolah Jadi Korban
Baca juga: Padel Bikin Masyarakat Jakarta Resah, Pengamat: Olahraga Sah, Tapi Jangan Korbankan Lingkungan
Baca juga: Rocky Gerung Mendadak Soroti Sikap Prabowo, Strategi Cerdas Diungkap di Tengah Perang Iran–Israel