Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah membuat Timur Tengah memanas. Banyak negara mulai memberi ke Timur Tengah.
Serangan besar yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) malam waktu Dubai, merupakan operasi militer gabungan antara AS dan Israel yang menargetkan infrastruktur strategis di seluruh wilayah Iran.
Operasi yang masing-masing diberi kode Roaring Lion oleh Israel dan Epic Fury oleh Departemen Pertahanan AS itu melibatkan serangan udara presisi terhadap fasilitas nuklir, sistem pertahanan udara S-300, serta pusat komando dan kendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang rudal dan drone yang tidak hanya menyasar wilayah Israel, tetapi juga pangkalan militer AS di negara-negara Teluk, seperti Bahrain, Kuwait, dan Qatar. Kondisi itu memperluas eskalasi konflik ke seluruh kawasan Timur Tengah.
Serangan itu pun berdampak pada penutupan wilayah udara di Timur Tengah. Ribuan penerbangan dibatalkan, puluhan ribu penumpang terlantar di bandara-bandara Uni Emirat Arab (UEA).
Melihat ini, beberapa negara mulai mengeluarkan travel warning untuk warganya yang hendak melakukan perjalanan atau sudah berada di negara-negara Timur Tengah.
Berikut daftar negara di dunia ke negara Teluk merujuk situs resmi:
1. Jerman
Kementerian Luar Negeri Jerman memberikan untuk negara Israel, Bahrain, Irak, Yordania, Qatar, Kuwait, Lebanin, Oman, Arab Saudi dan UEA pada Sabtu.
Pemerintah Jerman mengatakan bahwa mereka telah diberitahu sebelumnya oleh Washington tentang dimulainya aksi militer di Iran dan sedang berkoordinasi erat dengan sekutu-sekutu Eropanya.
2. Amerika Serikat
The Federal Aviation Administration (FAA) telah mengeluarkan Pemberitahuan kepada Notice to Air Missions (NOTAM) untuk merekomendasikan travel warning bagi maskapai penerbangan AS dan operator komersial yang beroperasi di Timur Tengah, termasuk UEA.
Pemerintah AS mengaktifkan kembali status Worldwide Caution pada 28 Februari 2026. Peringatan ini menginstruksikan seluruh warga negara AS di luar negeri, terutama di Timur Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi serangan balasan dan gangguan perjalanan yang tidak terduga.
3. Australia
Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) telah mengeluarkan peringatan perjalanan tingkat tertinggi menyusul serangan besar yang melanda kawasan Timur Tengah.
Melalui portal , status keamanan untuk Israel, Lebanon, dan Iran telah dinaikkan ke level "Do Not Travel" (Jangan Bepergian), dengan instruksi tegas bagi warga Australia yang berada di sana untuk segera meninggalkan wilayah tersebut selagi jalur komersial masih terbuka.
4. Inggris
Pemerintah Inggris melalui Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan (FCDO) telah mengeluarkan peringatan perjalanan darurat yang menginstruksikan kewaspadaan kepada seluruh warga negaranya di Timur Tengah.
Dalam rilis resminya, Inggris menetapkan status "Do Not Travel" (Jangan Bepergian) untuk Iran, Israel, dan wilayah Palestina, serta mendesak warga yang berada di Lebanon untuk segera meninggalkan negara tersebut selagi jalur komersial masih tersedia.
Mengingat banyaknya pembatalan penerbangan di hub utama seperti Dubai dan Doha, warga Inggris diminta untuk terus memantau pembaruan melalui situs resmi FCDO Travel Advice dan segera menghubungi layanan darurat konsuler jika membutuhkan bantuan evakuasi.
5. Belanda
Pemerintah Belanda melalui Kementerian Luar Negeri telah menetapkan status peringatan merah atau "Do Not Travel" (Jangan Bepergian) untuk wilayah Iran, Israel, dan Lebanon sebagai respon terhadap eskalasi militer yang meningkat di kawasan tersebut.
Dalam situs resminya, warga Belanda yang saat ini berada di lokasi-lokasi tersebut sangat disarankan untuk segera meninggalkan wilayah tersebut selagi opsi transportasi komersial masih beroperasi, karena bantuan konsuler kemungkinan besar tidak dapat dijamin jika situasi memburuk.
Selain itu, pemerintah Belanda juga memperingatkan adanya gangguan besar pada jadwal penerbangan maskapai nasional seperti KLM menuju pusat transit utama di Uni Emirat Arab dan Qatar, serta meminta seluruh warganya di Timur Tengah untuk segera mendaftarkan keberadaan mereka melalui Layanan Informasi Luar Negeri guna menerima pembaruan keamanan dan instruksi evakuasi darurat.
6. Italia
Pemerintah Italia melalui Kementerian Luar Negeri (Farnesina) telah mengeluarkan imbauan keamanan mendesak yang meminta seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Iran dan menghindari perjalanan ke Irak serta Lebanon akibat meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan resminya di portal Viaggiare Sicuri, otoritas Italia menekankan bahwa warga yang berada di Israel harus menjalankan kewaspadaan tingkat tinggi dan membatasi pergerakan yang tidak perlu karena situasi regional yang sangat fluktuatif.
Seiring dengan langkah ini, maskapai nasional ITA Airways juga telah menghentikan sementara operasional penerbangan ke pusat-pusat konflik seperti Tel Aviv sebagai langkah antisipasi terhadap risiko penutupan ruang udara.
7. Singapura
Pemerintah Singapura melalui Kementerian Luar Negeri (MFA) telah mengeluarkan imbauan tegas agar warganya menghindari semua perjalanan ke Iran dan wilayah sekitarnya karena situasi keamanan yang sangat tidak stabil.
Warga Singapura yang masih berada di Iran, Israel, atau Lebanon didesak untuk segera melakukan evakuasi mandiri melalui jalur komersial selagi masih tersedia.
MFA juga mengingatkan warganya di Uni Emirat Arab dan Qatar untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan ruang udara dan segera mendaftarkan keberadaan mereka melalui sistem eRegister guna mendapatkan informasi darurat serta bantuan konsuler yang kini sangat terbatas di wilayah konflik.
8. Jepang
Kementerian Luar Negeri Jepang telah menaikkan status peringatan ke level tertinggi untuk seluruh wilayah Iran dan wilayah perbatasan Israel-Lebanon, dengan instruksi "Segera Evakuasi".
Jepang secara resmi menyarankan warga negaranya untuk membatalkan semua rencana perjalanan ke Timur Tengah dan meminta mereka yang berada di kawasan tersebut untuk menjauhi fasilitas militer serta pusat keramaian.
Selain itu, pemerintah Jepang memperingatkan adanya risiko tinggi penutupan bandara secara mendadak di seluruh kawasan Teluk, sehingga warganya didorong untuk memantau pembaruan melalui layanan TabiRegi dan bersiap menghadapi gangguan logistik yang luas.
9. Korea Selatan
Kementerian Luar Negeri Korea Selatan telah menetapkan Larangan Perjalanan (Travel Ban) tingkat 4 untuk beberapa wilayah di Timur Tengah, termasuk wilayah perbatasan Israel dan seluruh Lebanon selatan.
Pemerintah Korea Selatan mendesak warga negaranya di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut secepat mungkin demi keselamatan nyawa mereka. Pihak berwenang di Seoul juga memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap larangan perjalanan ini dapat dikenakan sanksi hukum.
10. Prancis
Pemerintah Prancis melalui Kementerian Eropa dan Luar Negeri (Quai d'Orsay) telah menetapkan status peringatan keamanan tertinggi atau zona merah untuk seluruh wilayah Iran, Israel, dan Lebanon menyusul eskalasi militer yang terjadi pada akhir Februari 2026.
Dalam pernyataan resminya di portal , warga negara Prancis yang saat ini berada di negara-negara tersebut sangat didesak untuk segera meninggalkan wilayah tersebut selagi jalur udara komersial masih beroperasi, mengingat risiko penahanan sewenang-wenang dan serangan balasan yang sangat tinggi.







