Petasan Rakitan Meledak Dahsyat dan Hancurkan Sebuah Rumah di Ponorogo, 1 Orang Remaja Tewas
Eri Ariyanto March 02, 2026 01:44 AM

Ledakan dahsyat dari sebuah petasan rakitan mengguncang sebuah lingkungan pemukiman di Ponorogo, Jawa Timur, pada Rabu malam.

Satu rumah hancur total akibat ledakan, meninggalkan puing-puing berserakan di halaman dan jalan sekitar.

Seorang remaja dilaporkan tewas di lokasi, sementara anggota keluarga dan tetangga lainnya mengalami luka-luka ringan.

Warga sekitar mengaku terkejut dengan suara ledakan yang begitu keras, hingga getarannya terasa hingga beberapa rumah di sekitarnya.

Tim kepolisian dan petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan berasal dari petasan rakitan yang diduga dibuat secara ilegal.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat terkait bahaya pembuatan dan penggunaan bahan peledak di rumah.

Pihak berwenang menghimbau warga untuk melaporkan aktivitas mencurigakan dan menghindari eksperimen dengan bahan peledak.

Ledakan dahsyat terjadi di  Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menjelang  Magrib.

Ledakan ini diduga dari petasan di rumah Minten yang berada di RT 02 RW 02 dusun setempat.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali mengatakan, ledakan petasan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

"Dugaannya ledakan petasan. Ada 3 korban, satu meninggal dan  lainnya luka-luka. Ini kami masih melakukan olah TKP," ujarnya melalui pesan singkat Minggu (1/3/2026).

Kapolsek Sumoroto, Kompol Haryo Subiantoro mengatakan, kejadian meledaknya petasan rakitan ini sekitar pukul 17:25 WIB.

Kuatnya ledakan membuat hampir seluruh atap rumah hancur serta membuat dinding rumah retak.

“Kejadiannya sekitar pukul 17.25 WIB, suara ledakan bersumber dari dalam rumah,” katanya.

Akibatnya sejumlah warga sekitar panik dan berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Siswanto kamituwo Dusun Pendem mengaku mendengar suara ledakan sangat keras menjelang berbuka puasa. Setelah mendengar ledakan ini dirinya langsung menuju lokasi kejadian.

"Ledakannya dahsyat. Saya dengar langsung dan segera ke sini," katanya.

Akibat ledakan dahsyat tersebut Rifa Kurnia Putra (16) meninggal dunia.

Sementara itu Ahmad Fatoni (20) warga Desa Morosari Hindar Agusta (23) warga Desa Plosojenar, dilaporkan mengalami luka bakar.

“Yang dua masih hidup, keduanya dibawa ke rumah sakit,” ucap Siswanto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.