Pengedar Sabu dan Inex di Nusa Penida Bali Dibekuk, Dapat Pasokan Narkoba dari Wilayah Sanur
Putu Dewi Adi Damayanthi March 02, 2026 06:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Satres Narkoba Polres Klungkung membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu dan inex di wilayah Nusa Penida, Bali.

Seorang warga asal Lampung berinisial PY ditangkap, beserta barang bukti 21 paket sabu-sabu dan 1 paket inex atau ektasi.

Pengungkapan kasus ini, bermula dari diamankannya seorang tersangka narkoba berinisial AFW.

Dari hasil interogasi, diketahui pernah membeli paket sabu-sabu dari seorang pria berinisial PY di Nusa Penida.

Baca juga: Polres Tabanan Bali Amankan 11 Pelaku Kasus Narkoba, Di Antaranya Kawil Desa Yang Ikut Jadi Pengedar

Berbekal informasi ini, aparat melakukan pengintaian dan menyasar rumah kost yang berlokasi di Desa Batununggul, Nusa Penida.

Di lokasi tersebut, selama ini PY tinggal dan menyimpan narkoba.

"Pada Senin malam (23 Februari 2026), kepolisian langsung menggeledah kamar kost yang ditinggali oleh PY," ujar Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Punarwibawa, Minggu 1 Maret 2026.

Dari hasil penggeledahan, aparat berhasil menemukan 21 paket sabu-sabu dengan berat bersih 2,1 gram. Serta 1 plastik klip berisi inex atau ektasi seberat 0,34 gram.

Termasuk mengamankan cangkang kapsul berwarna bening, yang diduga digunakan untuk mengemas inex.

PY saat penggeledahan, mengaku menyimpan barang-barang berupa paket narkotika tersebut dan mengaku pernah menyerahkan paket narkotika jenis sabu pada AFW yang ditangkap sebelumnya.

"Dengan barang bukti tersebut, kami langsung tangkap terduga pelaku berinisial PY," tegasnya.

Sementara Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP I Wayan Gede Mudana mengungkapkan, dari hasil pengembangan, diketahui PY merupakan pengedar sabu dan inex di wilayah Nusa Penida.

PY diketahui mendapatkan narkotika tersebut, dari orang yang tidak dikenal di wilayah Sanur, Denpasar dengan sistem tempel.

"Terduga pelaku mengambil tempelan (paket narkoba) di wilayah Sanur dan tidak tau siapa yang nempel. Hanya ada WA masuk, disuruh ngambil aja yang tidak ada namanya," jelas Mudana. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.