Masjid Jamkaran, Tempat Iran Kibarkan Bendera Merah Usai Kematian Ayatollah Khamenei
GH News March 02, 2026 06:08 AM
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS). Iran kemudian mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran, sebuah tempat ziarah penting bagi umat Syiah, yang terletak di kota suci Qom, Iran.

Dalam unggahan akun resmi Masjid Jamkaran, Senin (2/3/2026), pengibaran bendera merah itu dilakukan di tengah prosesi pemakaman Khamenei. Terlihat pula foto Khamenei yang dibawa menuju peristirahatan terakhirnya.

Pengibaran bendera merah itu menjadi simbol balas dendam terhadap AS dan Israel.

"Pengibaran bendera 'Ya Lazarat al-Hussein' di atas kubah suci Masjid Jamkaran dilakukan dalam mencari darah dan balas dendam terhadap penjahat Amerika dan Zionis," keterangan unggahan tersebut.

Masjid Jamkaran memiliki makna khusus bagi Iran. Masjid itu menjadi pusat ziarah bagi umat Syiah yang percaya tempat itu dibangun atas perintah Imam Mahdi, figur pemimpin dalam keyakinan Syiah.

Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk berdoa, terutama pada malam Selasa, yang dianggap malam khusus untuk berkomunikasi dengan Imam Mahdi.

Masjid Jamkaran bukan hanya tempat ibadah. Warga Iran datang ke sini untuk mendengarkan ceramah, menimba ilmu agama, dan berziarah. Berdasarkan situs Ahlul Bayt Digital Islamic Library Project (DILP), masjid Jamkaran dibangun mulai 1002-1003. Masjid dibangun dekat Qom, di atas lahan yang dianggap suci.

Tanah tersebut awalnya adalah lahan pertanian milik seorang petani bernama Hasan bin Muslim, yang telah digarap selama lima tahun. Namun, karena tanah itu dianggap suci, pengolahan untuk tujuan komersial seharusnya tidak dilakukan, apalagi Hasan bin Muslim tidak memiliki hak resmi atas tanah tersebut.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei akibat serangan Israel dan AS pada Sabtu (28/2).

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump melalui jaringan media Social Truth, dilansir

Pada Minggu (1/3), Iran resmi mengkonfirmasi kematian pemimpin tertinggi mereka dan mengumumkan masa berkabung 40 hari. Selain Khamenei, putri, menantu, dan cucu sang pemimpin juga tewas dalam serangan itu.

Tak hanya itu, Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh juga tewas.

Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.