Rute Pulang Jemaah Umrah Dialihkan, Pengusaha Travel Kalsel Pantau Konflik Timur Tengah
Irfani Rahman March 02, 2026 08:46 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Roket masih berseliweran di langit Timur Tengah (Timteng). Sejak Israel yang didukung Amerika Serikat menyerang Iran pada Sabtu (28/2), Teheran pun melancarkan serangan balasan ke negeri Zionis tersebut serta fasilitas militer AS di beberapa negara Arab.

Akibatnya kawasan itu tertutup untuk penerbangan. Melalui akun X Saudia Group, maskapai Arab Saudi, Saudia Airlines, langsung mengumumkan pembatalan sejumlah penerbangan.

Kondisi ini tentunya berdampak bagi warga Indonesia yang hendak terbang ke Timur Tengah, termasuk untuk umrah. Demikian pula yang hendak pulang ke Tanah Air.

Elsa Pratiwi, peserta umrah asal Banjarmasin yang baru tiba di Tanah Air pada Sabtu, mengaku bersyukur bisa pulang sebelum kebijakan pembatalan penerbangan diberlakukan.

“Dari informasi yang saya dapat, hari ini jadwal penerbangan di Tanah Suci banyak yang cancel. Terutama yang dari Bandara Jeddah. Semua rute kabarnya di-cancel, termasuk rute ke Indonesia,” ujarnya, Minggu (1/3).

Baca juga: Kronologi 2 Karung Paket Milik Kurir JNT di Banjarbaru Dicuri Maling, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta

Memanasnya situasi dirasakan Elsa sebelum kepulangan. Rute penerbangannya bersama rombongan dari Jeddah diubah. “Kami kemarin lewat Madinah langsung ke Indonesia, bukan lewat Jeddah,” tambahnya.

Peserta umrah asal Banjarmasin lainnya, Ardhela Drianda Putri, masih di Saudi. “Kondisi kami di Makkah alhamdulillah masih normal. Saya juga masih belanja. Terkait kepulangan, kami belum dapat info apa-apa karena bakal di sini hingga sebulan ke depan,” ujarnya.

Menyikap kondisi di Timur Tengah, sejumlah perusahaan perjalanan dan umrah di Kalimantan Selatan menyatakan wait and see atau menunggu dan memantau situasi.

 “Kami menunggu perkembangan dan arahan lebih lanjut dari asosiasi, yang mulai hari ini melakukan pendataan jemaah umrah dan mitigasi terkait konflik Timur Tengah,” kata Manager Umrah & Haji PT Kaltrabu, H Muhammad Arifudin, Minggu.

Sementara ini, menurutnya, belum ada pembatalan jadwal pemberangkatan jemaah umrah. “Semoga saja sampai keberangkatan program Umrah Syawal, tidak ada penundaan,” harapnya.

PT Kaltrabu rencananya melakukan pemberangkatan pada 9-10 Maret 2026 untuk Program Lailatul Qadar Plus Ied.

Mengenai jemaah umrah yang pulang, Arifudin mengatakan sementara ini tidak ada. “Bila terjadi penundaan kemungkinan kami menjadwalkan ulang keberangkatan sampai situasi kondusif,” tandasnya.

Konflik di Timur Tengah membuat waswas Direktur Utama Ramasindo Tour, Boy Rahmadi Nafarin. “Kami menunggu info terbaru dari  jemaah kami yang berada di Makkah,” ujar pengusaha Kalsel ini, Minggu.

Sementara ini belum ada jemaah umrah yang dikabarkan terkendala pulang ke Tanah Air. Oleh karena itu Ramasindo Tour belum melakukan penjadwalan ulang keberangkatan. “Kami masih wait and see,” ungkap Boy.

Meningkatnya konflik antara Israel-AS dan Iran diwaspadai pula oleh Penyelenggara Travel Umrah dan Haji (Patuh) Kalsel melihat banyak penerbangan mengalami pembatalan terutama dari maskapai negara-negara Timur Tengah.

Ketua FK Patuh Kalsel, Saridi MM, mengatakan penghentian sementara tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap penerbangan umrah. “Mudah-mudahan tidak meluas dan lama,” ujarnya.

Harapan tersebut mengingat pada Ramadan ini banyak warga Indonesia berada di Makkah dan Madinah. Patuh pun selalu berkoordinasi dengan  maskapai agar travel dan jemaah tidak terlalu dirugikan, seperti dengan menjadwalkan ulang penerbangan.

Untuk menghindari risiko, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Eddy Khairani, mengimbau warga yang berkeinginan umrah untuk menundanya.

“Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan pelindungan jemaah, pemerintah mengimbau calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat agar menundanya hingga kondisi kembali kondusif,” ujarnya, Minggu.

Namun tidak demikian dengan jadwal keberangkatan haji tahun ini.  “Terkait penyelenggaraan haji, pemerintah memastikan belum berdampak terhadap seluruh tahapan persiapan yang berjalan,” kata Eddy.

Untuk Embarkasi Banjarmasin, tahapan pra-manifest telah rampung dengan total 14 kelompok terbang (kloter) asal Kalsel. Saat ini persiapan memasuki tahap pencetakan visa yang selanjutnya digabungkan dengan paspor jemaah sebagai bagian dari finalisasi dokumen perjalanan.

Saat ini 504 calon haji dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terus melakukan persiapan dan menunggu pemberangkatan. Untuk jemaah Kalsel dijadwalkan mulai berangkat pada 21 April 2026. Sedangkan untuk jemaah HSU direncanakan mulai masuk asrama haji pada 8 Mei dan pada 9 Mei diberangkatkan.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah HSU Hapizi mengatakan persiapan tidak mengalami kendala, termasuk berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. “Kami hanya mengimbau warga yang ingin umrah untuk mempertimbangkan kondisi,” ujarnya, Minggu.

Ahmad, calon haji asal Tambalangan HSU, mengatakan sudah melakukan persiapan. “Persiapan pribadi seperti menjaga kesehatan, rutin berjalan kaki dan aktivitas pribadi lainnya juga terus dilakukan. Mengenai konflik di Timur Tengah, harapannya segera mereda dan pada saat pemberangkatan tidak ada kendala,” ujarnya. (dea/sul/msr/nia) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.