TRIBUNNEWS.COM - Deretan fakta menarik mewarnai kemenangan Arsenal atas Chelsea dalam laga pekan 28 Liga Inggris, Minggu (1/3/2026) malam WIB.
Contohnya, superioritas Arsenal era pelatih Mikel Arteta atas Chelsea.
Ada pula sorotan tajam menyoal jumlah gol Arsenal lewat sepak pojok, hingga perayaan momen St. Totteringham's Day.
Seperti diketahui, kemenangan berharga diraih Arsenal saat menjamu Chelsea di Stadion Emirates, tadi malam.
Arsenal yang bertindak sebagai tuan rumah mampu mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1.
Menariknya, semua gol yang tercipta dalam laga ini dicetak oleh pemain Arsenal lewat situasi sepak pojok.
Menit ke-21, William Saliba membuka keunggulan Arsenal, setelah meneruskan sundulan Gabriel Magalhaes.
Pada penghujung babak pertama, gol bunuh diri yang dicetak Piero Hincapie, mengubah skor menjadi imbang 1-1.
Eks pemain Bayer Leverkusen itu salah mengantisipasi arah bola yang dilepaskan Reece James dari sepak pojok.
Baca juga: Klasemen Liga Inggris: Arsenal Berjarak 5 Poin dari Man City, MU Tembus Tiga Besar
Di babak kedua, Arsenal lagi-lagi mencetak gol lewat situasi serupa, namun lewat sundulan Jurrien Timber.
Tepat pada menit ke-66, pemain asal Belanda itu dengan cerdik menyambut umpan yang dilepaskan Declan Rice.
Arsenal sebenarnya sempat unggul jumlah pemain setelah Pedro Neto diganjar kartu kuning kedua menit ke-70.
Hanya saja, keunggulan jumlah pemain tersebut tidak mampu dimanfaatkan Arsenal untuk menambah gol.
Alih-alih mencetak gol tambahan, lini pertahanan Arsenal justru dibombardir habis-habisan oleh Chelsea yang bermain dengan 10 pemain di sisa laga.
Beruntung, penampilan elit David Raya di bawah mistar gawang Arsenal, menggagalkan segala upaya Chelsea.
Skor 2-1 untuk kemenangan Arsenal pun menjadi hasil akhir pertandingan bertajuk Derbi London kali ini.
Berbagai fakta menarik pun tersaji setelah Arsenal menyudahi perlawanan Chelsea pada laga tadi malam.
Berikut ini deretan fakta yang mewarnai kemenangan tipis Arsenal melawan Chelsea yang telah dirangkum Tribunnews.
Dilansir laman Premier League, Arsenal kini belum pernah merasakan kekalahan lagi atas Chelsea dalam sembilan pertemuan terakhirnya di Liga Inggris.
Rinciannya, Arsenal mampu mengalahkan Chelsea sebanyak enam kali, dan tiga laga lainnya berakhir imbang.
Superioritas Arsenal atas Chelsea ini dimulai ketika Meriam London menggebuk Chelsea dengan skor 2-4 di Stamford Bridge, pada musim 2021/2022.
Sejak saat itulah, Arsenal tidak pernah kalah melawan Chelsea dalam sembilan laga berturut-turut di Liga Inggris.
Keberadaan Mikel Arteta selaku pelatih jelas layak diapresiasi, karena ia menjadi dalang utama dominasi tersebut.
Bahkan pada musim ini saja, Arteta sudah mengalahkan Chelsea sebanyak tiga kali dalam tiga pertemuan terakhir.
Jika ditotal, Arteta mampu meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang dari empat laga melawan Chelsea di dua kompetisi berbeda yakni Liga Inggris dan semifinal Piala Carabao.
Dua gol yang dicetak Arsenal ke gawang Chelsea lewat sepak pojok seakan kian mempertegas status Tim Meriam London.
Ya, Arsenal kini makin mempertegas statusnya sebagai raja corner kick alias sepak pojok.
Dikatakan demikian, karena Arsenal menjadi tim yang paling sering mencetak gol lewat situasi sepak pojok dalam beberapa musim terakhir, termasuk pada musim ini.
Pada musim ini saja, Arsenal sudah mencetak 16 gol dari sepak pojok, alias terbanyak dibandingkan tim lain.
Catatan 16 gol dari sepak pojok ini mengulangi capaian Arsenal yang pernah menorehkan statistik sama pada musim 2023/2024 lalu.
Dua tim lain yang juga pernah mencatatkan rapor yang sama ialah West Brom (2016/2017) dan Oldham (1992/1993).
Dengan menyisakan sembilan laga sisa di Liga Inggris, Arsenal masih punya kesempatan untuk menambah catatan golnya dari sepak pojok pada akhir musim ini.
Kemenangan atas Chelsea juga membuat Arsenal merayakan momen St. Totteringham's Day lebih cepat dalam sejarah.
Diketahui, St. Totteringham's Day merupakan momen di mana penggemar Arsenal merayakan kebahagiaan kecil, lantaran timnya mampu mengakhiri kompetisi Liga Inggris pada musim tersebut di atas posisi Tottenham.
Dan musim ini, Arsenal sudah bisa merayakan momen tersebut, ketika kompetisi masih meneyisakan 10 matchday lagi.
Hal ini tentu menjadi salah satu perayaan St. Totteringham's Day tercepat yang dirasakan Arsenal atas rival sekotanya itu.
Posisi Arsenal selaku pemuncak klasemen memang sudah tidak mungkin dikejar lagi oleh Tottenham.
Dengan koleksi 64 poin dari 29 laga, Arsenal setidaknya unggul 35 poin dari Tottenham selaku peringkat 16.
Dengan sisa laga yang ada, jarak poin tersebut mustahil dikejar, sehingga perayaan St. Totteringham's Day sudah bisa dirayakan para penggemar Arsenal.
Disisi lain, kemenangan atas Chelsea membuat Arsenal terus melaju di jalur terdepan perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini.
Arsenal kini masih menjaga jarak poin dengan Manchester City sebesar lima angka.
Dengan menyisakan sembilan laga lagi, Arsenal harus terus tampil konsisten di jalur kemenangan, jika tidak ingin tersalip Manchester City lagi dalam perburuan gelar Liga Inggris.
Selain itu, harapan Arsenal meraih quadruple alias empat gelar musim ini juga masih terjaga.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)