AS-Israel Serang Iran, Sidang Parlemen Malaysia Dibuka Hening Cipta untuk Ali Khamenei
Amalia Husnul A March 02, 2026 02:08 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Malaysia mengambil sikap tegas dalam usai serangan gabungan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Negara tetangga Indonesia ini mengecam serangan AS-Israel ke Iran yang mengakibatkan ratusan anak-anak terbunuh dan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

Perdana Menteri Malaysia,  Datuk Seri Anwar Ibrahim membuka sidang parlemen Malaysia dengan cara yang berbeda, yakni dengan melakukan proses hening cipta sejenak. 

Prosesi mengheningkan cipta yang dilakukan Parlemen Malaysia ini sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. 

Baca juga: 3 Tokoh Soroti Wacana Prabowo Jadi Mediator AS-Israel dan Iran, Dino Patti Djalal: Tidak Realistis

Selepas hening cipta rampung, Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Anwar Ibrahim pun menyampaikan belasungkawa mendalam sembari mengutuk keras serangan biadab dan kekerasan terhadap Iran yang dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada Republik Islam Iran, Ayatollah Khamenei dan keluarganya; para pemimpin serta komunitas pendidikan yang terbunuh oleh serangan bom oleh Israel dan Amerika Serikat," ungkap Anwar dalam sidang Majelis Rendah tersebut.

Anwar juga menyampaikan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya sejumlah pejabat Iran lainnya.

"Ucapan bela sungkawa ini termasuk untuk Menteri Pertahanan Iran Jenderal Aziz Nasirzadeh dan mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad; para pemimpin angkatan bersenjata serta rakyat dan 180 anak-anak yang terbunuh di Minab, Iran." sambung Anwar.

Dikutip dari Bernama, pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat mengajukan mosi darurat untuk menanggapi agresi militer AS-Israel terhadap Iran. 

Kecaman Malaysia terhadap Serangan AS-Israel

Perdana Menteri Anwar Ibrahim memperingatkan, pembunuhan terhadap kepala negara merupakan tindakan berbahaya yang dapat mendorong Timur Tengah ke dalam periode ketidakstabilan yang parah dan berkepanjangan. 

Sebelumnya melalui unggahan di platform X pada Minggu (1/3/2026), Anwar menilai penargetan yang disengaja tersebut melemahkan norma dan prinsip tatanan internasional.

"Mereka yang menyambut kematiannya dengan persetujuan harus menyadari konsekuensi dari tindakan tersebut. Ancaman eksistensial jarang menghasilkan reaksi yang dapat diprediksi," tegas Anwar.

Meski menyampaikan simpati kepada pemerintah dan rakyat Iran dalam masa yang sangat sulit ini, Anwar mendesak otoritas Iran untuk menanggapi situasi tersebut dengan menahan diri secara maksimal.

Malaysia menyatakan keberpihakannya pada pernyataan negara-negara yang menyerukan agar semua pihak menjauh dari eskalasi lebih lanjut.

"Malaysia menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, dan kembali ke dialog yang serius. Krisis ini tidak dapat diselesaikan dengan kekerasan. Ini membutuhkan diplomasi, pengendalian diri, dan kemauan politik," ujarnya.

Terkait fokus utama pemerintah Malaysia saat ini, Anwar mengaku kesejahteraan dan keselamatan warga negaranya yang berada di Iran, negara-negara Teluk, dan Timur Tengah secara lebih luas menjadi prioritas. 

Anwar juga menjamin bantuan bagi para warga Malaysia di wilayah terdampak.

"Pemerintah Malaysia akan mengambil setiap tindakan yang mungkin untuk memastikan perlindungan bagi anda.

Misi kami telah diberikan mandat dan sumber daya penuh untuk membantu anda," pesan Anwar kepada warga Malaysia yang berada di wilayah terdampak di Timur Tengah.

Selain aspek keselamatan warga, pemerintah Malaysia juga akan segera mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik ini, termasuk risiko terhadap ruang udara regional dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

"Keamanan perdagangan dan energi Malaysia berimplikasi langsung dan kami akan bertindak sesuai kebutuhan untuk menjaga kepentingan nasional kami," tutupnya.

Kedubes Malaysia di Abu Dhabi Ditutup

Sementara itu, Kedutaan Besar Malaysia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), mengumumkan penutupan layanan untuk publik mulai Senin (2/3/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap situasi keamanan regional di Timur Tengah yang terus bergejolak.

Dalam keterangan resminya, pihak kedutaan menyatakan bahwa layanan konsuler secara tatap muka tidak akan tersedia selama masa penutupan ini.

Meski kantor fisik ditutup, tim konsuler dipastikan tetap bekerja secara daring untuk memberikan bantuan dan saran kepada warga negara yang membutuhkan.

Untuk situasi darurat, warga Malaysia di UEA dapat menghubungi saluran siaga di nomor +971 50 614 6894 atau melalui email di mwabudhabi@kln.gov.my.

Pihak kedutaan juga menyampaikan apresiasi atas pengertian dan kerja sama masyarakat dalam menghadapi situasi ini.

Baca juga: Dampak Serangan AS-Israel ke Iran, Harga Pertamax akan Makin Mahal Imbas Kenaikan Harga Minyak Dunia

 (Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.