Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Ditengah keterbatasan hidup di pengungsian pascabanjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Linge, Aceh Tengah.
Sebuah surat sederhana yang ditulis tangan seorang anak menjadi penutup paling mengharukan dari rangkaian kegiatan Ramadan 1447H Rabithah Thaliban Aceh (RTA) yang difasilitasi Baitul Mal Aceh Tengah.
Surat itu ditulis di atas kertas buku tulis bergaris yang diterima oleh Tengku Ridwan Bintang dari anak-anak penyintas bencana di Kute Reje Linge.
Dibagian atas tertulis “Assalamualaikum”, lalu dilanjutkan dengan kalimat yang lugas dan polos:
“Kepada bapak Baitul Mal Aceh Tengah, terima kasih pak telah baik pada kami.
Kami sangat bahagia karena telah diajar oleh abang-abang tengku di sini beberapa hari. Kami belajar mengaji dan ikut lomba. Terima kasih pak.”
Namun di bagian bawah surat, terselip kalimat yang membuat para pendamping dan siapapun yang membacanya dibuat terharu.
“Tapi sedihnya abang-abang tengku terlalu sebentar di sini. Kabarnya mereka akan kembali, dan kami tidak ada lagi yang menemani.
Semoga bapak selalu mengingat kami di sini. Terima kasih abang-abang tengku, kami akan merindukan kalian semua.”
Surat itu ditandatangani sederhana, “Anak Kute Reje”, lengkap dengan gambar hati kecil di bagian bawah surat.
Ketua RTA Aceh Tengah, Tengku Ridwan Bintang SH, mengatakan surat tersebut diberikan saat tim berpamitan usai mendampingi anak-anak selama sepekan, sejak Senin (23/2/2026) hingga Sabtu (28/2/2026).
“Waktu kami pamit, beberapa anak ada yang menyerahkan surat ini. Mereka merasa diperhatikan dan tidak sendiri,” ujar Ridwan, Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, selama Ramadhan tim RTA bersama Baitul Mal mengisi hari-hari anak-anak pengungsian dengan pengajian, TPA.
Serta perlombaan keagamaan di Kampung Delung Sekinel, Kute Reje, dan Jamat, Kemukiman Wih Dusun Jamat, serta melibatkan anak-anak dari Kampung Bayur.
“Bagi kami mungkin ini hanya sepekan. Tapi bagi mereka, itu sangat berarti.
Surat ini menjadi pengingat bahwa kehadiran kecil pun bisa menjadi harapan besar bagi anak-anak yang sedang diuji,” katanya.
Ridwan berharap perhatian dan dukungan terhadap masyarakat terdampak bencana di Linge tidak berhenti.
Ia mengajak seluruh pihak untuk terus hadir, agar anak-anak di sana tidak merasa ditinggalkan, terutama di bulan suci Ramadhan yang seharusnya penuh keceriaan dan kebersamaan. (*)
Baca juga: RTA dan Baitul Mal Dampingi Anak-anak Linge di Pengungsian Selama Sepekan Ramadhan
Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Waktu Shalat Aceh Tengah dan Bener Meriah Hari Ini 2 Maret 2026