Sosok 7 Anak Try Sutrisno Wapres ke-6 RI Meninggal: Jenderal, Dosen dan Psikolog di Amerika Serikat
Rusaidah March 02, 2026 03:35 PM

 

BANGKAPOS.COM – Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Senin (2/3/2026).

Anak Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono, menyatakan bahwa ayahnya meninggal dunia setelah mengalami penurunan kesehatan sejak 16 Februari 2026.

"(Dirawat) sejak 16 Februari. Jadi, cuma tiba-tiba selera makan turun, dikasih obat, dikasih makan. Terus tadi pagi kami dikabari semuanya nge-drop," ujar Taufik, dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV, Senin.

Taufik menjelaskan bahwa Try Sutrisno tak mengalami penyakit yang serius. 

Try hanya mengalami penurunan kemampuan pernapasan dan selera makannya juga turun.

"Jadi enggak ada yang penyakit yang luar biasa insyaallah. Memang nafsu turun, susah makan, pasti susah minum, dehidrasi, bawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Baca juga: Profil Ali Khamenei, Pimpinan Iran Tewas saat Serangan Israel, Putri, Menantu, Cucu Jadi Korban

Taufik menyatakan bahwa RSPAD Gatot Soebroto telah memberikan penanganan terbaik kepada ayahnya selama masa perawatan.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak rumah sakit atas kerja samanya dalam menangani Try.

Try Sutrisno Wakil Presiden ke 6 yang mendampingi Presiden RI Soeharto pada periode 1993-1998.

Dia lahir 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur.

Try Sutrisno termasuk Wakil Presiden RI yang berasal dari golongan militer.

Ia dikarunia tujuh orang anak hasil pernikahan dengan Tuti Sutiawati.

Sosok 7 Anak Try Sutrisno 

1. Nora Tristyana MARS

Seorang dokter gigi yang menikah dengan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, mantan Menteri Pertahanan RI.

2. Dr. Taufik Dwi Cahyono, MSc

Berkarier sebagai dosen di Universitas Pertahanan (Unhan), turut mendedikasikan dirinya di bidang pendidikan strategis.

MUTASI TNI - Letjen TNI Kunto Arief Wibowo saat masih menjabat Pangdam III Siliwangi, menghadiri Pesta Rakyat di Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (23/7/2023). Sebanyak 7 perwira tinggi (Pati) TNI batal bergeser jabatannya, mereka adalah Letjen TNI Kunto Arief Wibowo (Pangkogabwilhan I), Laksda TNI Hersan (Pangkoarmada III), Laksda Krisno Utomo (Pangkolinlamil), Laksda TNI Rudhi Aviantara (Kas Kogabwilhan II), Laksma TNI Phundi Rusbandi (Waaskomlek Kasal), Laksma TNI Benny Febri (Kadiskomlekal), dan Laksma TNI Maulana (Staf Khusus Kasal). 
MUTASI TNI - Letjen TNI Kunto Arief Wibowo saat masih menjabat Pangdam III Siliwangi, menghadiri Pesta Rakyat di Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada Sabtu (23/7/2023). (TribunPriangan.com/Aldi M Perdana)

3. Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi 

Pernah menjabat Kepala Korps Lalu Lintas Polri, dan pensiun dengan pangkat inspektur jenderal.

4. Nori Chandrawati

Istri Marsda TNI Danang Hadiwibowo dan aktif sebagai Ketua Yayasan Krida Nusantara yang menaungi berbagai institusi pendidikan di Bandung.

5. Isfan Fajar Satrio 

Ketua Umum Persatuan Putra Putri Angkatan Darat (PPPAD) dan Ketua Pengawas Yayasan Krida Nusantara, dikenal sebagai aktivis pendidikan.

6. Letjen TNI Kunto Arief Wibowo 

Perwira tinggi TNI AD, pernah menjabat Pangdam III/Siliwangi, dan kini menjabat Pangkogabwilhan I.

7. Natalia Indrasari

Putri bungsu yang kini berprofesi sebagai psikolog keluarga di Amerika Serikat. 

Ia mengantongi lisensi resmi di Iowa, Virginia, dan Hawaii.

Dua Putra Mewarisi Jejak Sang Ayah

Beberapa anaknya juga mengikuti jejak Try Sutrisno di dunia militer.

Baca juga: Daftar Kalender Maret 2026: Libur Lebaran, Libur Sekolah, Cuti Bersama, Cek Tanggal Merah 7 Hari

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, salah satu anak Try Sutrisno, telah mencatatkan namanya sebagai salah satu perwira tinggi TNI AD yang cemerlang.

Lahir pada 15 Maret 1971 di Malang, Kunto mewarisi darah militer dari sang ayah dan menunjukkan kualitas serta prestasi luar biasa dalam karier militernya.

20260302 TRY SUTRISNO2
POTRET NATALIA -- Potret Natalia Indrasari, putri bungsu Try Sutrisno yang kini berprofesi sebagai psikolog keluarga di Amerika Serikat. Ia mengantongi lisensi resmi di Iowa, Virginia, dan Hawaii. (Kolase/Istimewa)

Lulusan Akademi Militer tahun 1992 ini mengawali kariernya sebagai komandan peleton di Batalyon Linud 502/Ujwala Yudha, kemudian melesat menempati berbagai posisi penting, seperti Komandan Batalyon 500/Raider, Danbrigif 6/Trisakti Baladaya, Danrem 044/Garuda Dempo, Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, dan Pangdam III/Siliwangi.

Firman Shantyabudi menempuh jalur berbeda dari ayah dan saudaranya. 

Sebagai perwira tinggi Polri, ia memiliki perjalanan karier yang tak kalah gemilang. 

Sebagai mantan Kakorlantas Polri dan Asisten Logistik Kapolri, Firman terlibat dalam pengambilan kebijakan penting, terutama yang menyangkut pengelolaan arus lalu lintas nasional, termasuk saat mudik Lebaran dan dalam pengembangan teknologi e-Tilang.

Profil Try Sutrisno

Try Sutrisno diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) ada 1956. 

Adapun Try Sutrisno sudah mengenal Pak Harto di masa Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962. 

Singkat cerita pada 1974, ia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. 

Pada Agustus 1985, pangkat Try Sutrisno naik menjadi Letnan Jenderal TNI sekaligus diangkat menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) saat itu Jenderal TNI Rudhini.

Tak lama menjabat sebagai Wakasad, pada Juni 1986 atau sepuluh bulan sejak diangkat menjadi Wakasad, Try pun kemudian diangkat menjadi Kasad menggantikan Rudhini.

Selanjutnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1992-1997 memilih Try Sutrisno menjadi Wakil Presiden mendampingi Soeharto melalui Sidang Umumnya pada 1993.

Pada 1998 tugasnya sebagai wakil presiden berakhir dan digantikan oleh BJ. Habibie dalam Sidang Umum MPR.

Tak Mengalami Penyakit Serius

 Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Senin (2/3/2026).

Anak Try Sutrisno, Taufik Dwi Cahyono, menyatakan bahwa ayahnya meninggal dunia setelah mengalami penurunan kesehatan sejak 16 Februari 2026.

"(Dirawat) sejak 16 Februari. Jadi, cuma tiba-tiba selera makan turun, dikasih obat, dikasih makan. Terus tadi pagi kami dikabari semuanya nge-drop," ujar Taufik, dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV, Senin.

Kakorlantas Polri Irjen Firman Santyabudi (Kanan).
IRJEN FIRMAN SANTYABUDI -- Irjen Pol (Purn) Firman Santyabudi pernah menjabat Kepala Korps Lalu Lintas Polri dan pensiun dengan pangkat inspektur jenderal. (Fahmi Ramadhan)

Taufik menjelaskan bahwa Try Sutrisno tak mengalami penyakit yang serius. 

Try hanya mengalami penurunan kemampuan pernapasan dan selera makannya juga turun.

"Jadi enggak ada yang penyakit yang luar biasa insyaallah. Memang nafsu turun, susah makan, pasti susah minum, dehidrasi, bawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Baca juga: Update Harga Emas Meroket Usai Serangan Israel ke Iran: UBS Rp3,1 Juta, Galeri24 dan Antam Melejit

Taufik menyatakan bahwa RSPAD Gatot Soebroto telah memberikan penanganan terbaik kepada ayahnya selama masa perawatan.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada pihak rumah sakit atas kerja samanya dalam menangani Try.

Istana Berduka

Terpisah, Istana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi berduka atas kabar meninggalnya Try Sutrisno. 

"Benar. Kita berduka cita sangat mendalam," ucap Prasetyo kepada wartawan, Senin.

Prasetyo memastikan telah meminta pihak RSPAD Gatot Soebroto memberikan atensi terbaik untuk almarhum.

"Aku sudah minta RSPAD garnisun Setneg untuk memberikan atensi terbaik," tuturnya.

Kabar tersebut dikonfirmasi mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya.

"Wapres Ke-6 RI Jenderal TNI Purn Try Sutrisno wafat Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto," kata Budi saat dihubungi Tribunnews.com pada Senin.

(TribunnewsBogor.com/Kompas.com/Tribunnews.com//Bangkapos.com/Posbelitung.co)

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.