Hasil Visum Jasad di Plafon Gudang Sekolah di Manggar, Korban Tersengat Listrik Sejak Dua Hari Lalu
Hendra March 02, 2026 03:35 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Misteri penyebab kematian MR (16) yang ditemukan di atas plafon gudang SMK Pariwisata Manggar akhirnya menemui titik terang.

Remaja tersebut diduga kuat meninggal dunia akibat sengatan arus listrik saat berada di atas rangka atap bangunan.

Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, AKP Ryo Guntur Triatmoko, mengungkapkan berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar ditemukan sejumlah bukti yang mengarah pada kecelakaan akibat listrik.

"Saat ditemukan, tangan kiri korban masih memegang sebuah gunting. Di posisi kaki, tepatnya bagian ujung kaki, ditemukan masih menempel pada kabel listrik yang dalam kondisi menyala," ujar AKP Ryo kepada Pobelitung.co, Senin (2/3/2026).

AKP Ryo menjelaskan, tim identifikasi melihat posisi korban dalam keadaan tergantung dengan kaki tersangkut di rangka baja bangunan.

Baca juga: Breaking News: Remaja Ditemukan Tewas Tersangkut di Plafon Gudang Sekolah di Manggar

Hal ini menunjukkan korban kehilangan kesadaran seketika saat arus listrik mengenai tubuhnya.

Guna memastikan penyebab pasti kematian, polisi membawa jasad korban ke RSUD Belitung Timur untuk menjalani visum yang dilakukan oleh dr. Willy. Hasil pemeriksaan medis pun memperkuat dugaan adanya sengatan listrik.

"Berdasarkan hasil visum dokter, ditemukan luka bakar yang cukup jelas di bagian jempol tangan kanan korban. Ini identik dengan titik masuk atau keluar arus listrik," jelas AKP Ryo.

Selain luka bakar, tim medis juga menemukan tanda-tanda sianosis atau bekas biru di beberapa bagian badan dan wajah korban.

Kondisi ini sering muncul pada korban yang meninggal dunia akibat tersengat arus listrik kuat.

Dokter juga menyebutkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang disebabkan oleh benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh MR.

Hal ini sekaligus menepis spekulasi adanya tindak penganiayaan sebelum korban ditemukan.

"Hasil visum menegaskan tidak ada tanda kekerasan fisik. Yang ada adalah lebam mayat dan perubahan warna kulit akibat arus listrik tersebut," tambah AKP Ryo.

Terkait waktu kematian, AKP Ryo menyebutkan diperkirakan korban sudah meninggal dunia cukup lama sebelum ditemukan pada Senin pagi.

Hal ini didasari pada kondisi fisik jenazah saat pertama kali diidentifikasi.

"Dari tingkat kaku mayat dan kondisi jenazah, diperkirakan kematian terjadi dalam rentang waktu 24 hingga 48 jam sebelum ditemukan. Jadi, kemungkinan korban sudah berada di sana sejak Sabtu atau Minggu," jelasnya.

Kondisi jasad yang sudah mulai mengeluarkan bau menyengat juga selaras dengan perkiraan waktu kematian dari tim medis. Hal ini membuat proses evakuasi di atas plafon dilakukan dengan sangat hati-hati oleh petugas.

Mengenai alasan mengapa korban berada di atas plafon gudang sekolah dengan membawa gunting, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman. Namun, fakta lapangan menunjukkan korban masuk secara tidak resmi melalui plafon luar.

"Kami menemukan meja yang disusun dua tingkat di luar ruangan untuk akses naik. Mengapa korban naik ke sana dan membawa gunting, ini yang masih menjadi bagian dari penyelidikan kami," tegas AKP Ryo.

Keluarga korban yang mendapatkan kabar duka ini pun tampak terpukul. Mengingat orang tua dan kakek korban merupakan bagian dari keluarga besar sekolah tersebut, suasana duka menyelimuti lingkungan SMK Pariwisata.

Setelah proses visum di RSUD Belitung Timur selesai dilakukan, pihak kepolisian langsung menyerahkan jenazah MR kepada pihak keluarga.

"Jasad sudah kami serahkan kepada keluarga di Dusun Cemara 1 untuk segera dimakamkan. Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah," kata AKP Ryo menutup keterangannya.

Polres Belitung Timur menyatakan bahwa kasus ini untuk sementara disimpulkan sebagai kecelakaan murni akibat sengatan listrik.

Meski demikian, pengumpulan informasi tambahan masih dilakukan guna menutup celah informasi dalam kasus ini.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.