Jakarta (ANTARA) - Polisi memburu seorang pria yang diduga melakukan penipuan dengan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya dan membawa kabur sepeda motor milik pengemudi ojek di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Pelaku masih kami lakukan pencarian," kata Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati AKP Fadoli saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap keberadaan pria tersebut. Polisi telah memeriksa dua orang saksi untuk mendalami kasus itu.
"Saksi yang sudah diperiksa dua orang, sekuriti pom bensin," ucap Fadoli.
Keterangan dari petugas keamanan SPBU tersebut diharapkan dapat membantu penyelidikan, termasuk mengidentifikasi ciri-ciri pelaku serta kronologi kejadian di lokasi.
Saat ini, penyidik masih melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk mengumpulkan bukti-bukti tambahan dan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Sebelumnya, seorang pria mengaku sebagai anggota polisi dari Polda Metro Jaya diduga melancarkan aksi hipnotisnya dan mengambil sepeda motor ojek pengkolan setelah pergi dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.135.06 Makasar, Jakarta Timur.
"Iya, benar kejadiannya di SPBU di sini. Pelaku datang ke SPBU, mengaku dari Kasat Narkoba Polda Metro Jaya untuk ngambil motor korban," kata petugas keamanan (sekuriti) SPBU 34.135.06 Makasar Agus Sunarya (50) di Jakarta Timur, Senin.
Dugaan tindak kejahatan itu terjadi pada Jumat (27/2) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu, seorang pria datang bersama korban dengan berboncengan sepeda motor.
Dia menyebutkan pelaku hanya satu orang. Setibanya di SPBU, pelaku berboncengan dengan korban yang diketahui berprofesi sebagai pengemudi ojek.
Korban baru kembali ke SPBU keesokan harinya, Sabtu (28/2), untuk menanyakan jika sekuriti mengenal pelaku atau tidak.
Saat itu, korban mengaku telah dihipnotis dan sepeda motornya dibawa kabur.
Menurut penuturan korban kepada Agus, awalnya pelaku menyewa jasanya sebagai ojek dari depan Terminal Asrama Haji. Selain itu, terduga pelaku juga mengiming-imingi korban dengan bayaran Rp300 ribu sebelum akhirnya membawa kabur sepeda motor korban.
"Terduga pelaku minta diantar ke Polsek Makasar dan mengaku sebagai Kasat Narkoba Polda Metro Jaya sedang menangkap pelaku narkoba. Saat pelaku dijanjikan, pelaku akan membayar ongkos ojek kepada korban sebesar Rp300 ribu," jelas Fadoli.
Dugaan tindak kejahatan hipnotis itu viral di media sosial Instagram @info_pinang_ranti. Terlihat dalam rekaman kamera pengawas (CCTV), terduga pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan berkacamata.
Dalam keterangan akun tersebut, motor yang dibawa kabur merupakan Honda Beat tahun 2019 dengan nomor polisi B 5449 TBS.
Setelah tersadar, korban berjalan kaki dari Jalan Langgar, Kramat Jati, hingga ke Polsek Makasar untuk melaporkan kejadian tersebut.
Sehari setelah kejadian, anggota dari Polsek Kramat Jati mendatangi SPBU tersebut untuk meminta keterangan dan melihat rekaman CCTV guna pendalaman kronologi peristiwa.
"Sabtu (28/2), anggota dari Polsek Kramat Jati datang ke sini, minta keterangan, nanya kronologi lengkap, sekaligus lihat CCTV," ungkap Agus.







