Konflik Iran–AS Berdampak, Agen Travel di Babel Pilih Tunda Keberangkatan Demi Keselamatan Jemaah
Asmadi Pandapotan Siregar March 02, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Konflik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat berdampak pada jadwal keberangkatan umrah sejumlah travel, termasuk di Bangka Belitung. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran calon jemaah terkait aspek keselamatan dan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Pendamping Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Kalifah Madinah Bangka Belitung, Ustaz Muhammad Kurnia pun mengatakan adanya perubahan jadwal (reschedule) keberangkatan akibat tensi tinggi diberbagai daerah di Timur Tengah.

"Jelas sangat berdampak karena ini berkaitan dengan keselamatan dan keamanan jemaah, termasuk keluarga yang akan ditinggalkan. Sehingga kalau di travel kita sendiri mengambil keputusan, untuk reschedule keberangkatan jemaah," ujar Ustaz Muhammad Kurnia. 

Muhammad Kurnia mengatakan, keputusan tersebut diambil selagi menunggu kondisi, di Timur Tengah berjalan dengan aman dan kondusif. 

Terlebih tak hanya pihak travel, namun jemaah juga diakuinya banyak yang merasa was-was bila berangkat umroh dengan situasi saat ini.

"Tidak ada kendala untuk menyampaikan itu kepada para jemaah, karena dari awal memang kita sistemnya terbuka. Kita semuanya sudah sampaikan, secara transparan ke para jemaah kita," tuturnya. 

Baca juga: Cemas Menanti Kepastian Umrah, Warga Pangkalpinang Ini Berharap Tetap Bisa Berangkat Sesuai Jadwal

Ustaz Muhammad Kurnia mengungkapkan dalam sudut pandang Islam, ketika berniat dalam suatu amal kebaikan meskipun baru niat itu sudah dicatat pahala.

"Kalau kita lakukan niat itu sudah dicatat pahalanya, tapi kalau kita lakukan niat itu baru dapat pahala dua. Jemaah hari ini yang sudah berniat semula untuk berangkat umrah, ketika mereka sudah berniat sudah pahala niat mereka sudah dapat dari Allah. Tapi ketika nanti mereka batal umpamanya, maka batal itu tidak mengurangi pahala yang pertama niat umrah tadi," jelasnya.

"Hal ini karena memang kondisi keadaan seperti ini, itu akan mendatangkan mudarat kalau dipaksakan. Sedangkan kita umrah itu hukumnya sunah, sedangkan menjaga keamanan diri kita itu hukumnya wajib," tambahnya.

Sementara itu pihaknya juga memastikan, akan mengikuti aturan ataupun regulasi yang ditetapkan Pemerintah Pusat terkait dengan keberangkatan jemaah umroh.

"Kalau dari Wamenaj sudah memberikan ultimatum untuk travel-travel umrah atau jemaah-jemaah umrah yang belum berangkat, untuk sekarang ini lebih baik tahan dulu jangan berangkat seperti itu. Jadi mengingat kondisi seperti itu lebih disarankan untuk menahan diri untuk belum berangkat umrah dalam waktu yang dekat ini, sampai menunggu benar-benar suasana nanti aman di sana," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.