Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas (lalin) saat arus mudik dan balik Lebaran 2026 atau dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada 13-25 Maret 2026.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menilai rekayasa lalu lintas masih efektif untuk mengurai potensi kemacetan arus lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan saat arus mudik dan balik Idul Fitri.

"Tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada," katanya dalam rapat koordinasi (rakor) terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin.

Ia mengungkapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan, di antaranya adalah one way, contraflow, pengaturan di rest area hingga pembatasan kendaraan sumbu tiga.

"Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan," ucapnya.

Lebih lanjut, pemimpin Korps Bhayangkara itu mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran pada tahun lalu, terjadi perputaran uang dari pusat ke daerah sekira Rp137 triliun.

Ia mengharapkan tahun ini juga mengalami peningkatan agar terjadinya pertumbuhan perekonomian masyarakat.

"Tentunya kita harapkan pengamanan operasi ketupat Tahun 2026 ini juga bisa berhasil dengan maksimal sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan," ucapnya.