Internet Iran Lumpuh 96 Persen di Tengah Eskalasi Serangan AS–Israel
Joanita Ary March 02, 2026 05:17 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Iran dilaporkan mengalami gangguan konektivitas digital berskala nasional setelah lebih dari 96 persen jaringan internet di negara tersebut terputus pada Sabtu (28/2/2026).

Pemadaman hampir total ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik militer menyusul serangan yang disebut-sebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Data pemantauan real-time dari lembaga pengawas internet global NetBlocks menunjukkan penurunan konektivitas yang sangat drastis sejak pukul 07.00 UTC.

Dalam kurun waktu singkat, tingkat akses internet nasional Iran merosot hingga hanya tersisa sekitar 4 persen dari kondisi normal.

Grafik pemantauan memperlihatkan hampir seluruh wilayah negara itu kehilangan akses digital secara bersamaan, sebuah indikasi kuat terjadinya pemutusan jaringan dalam skala nasional.

NetBlocks menyatakan pola gangguan tersebut bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan menyerupai pemadaman internet terkoordinasi yang berdampak luas terhadap komunikasi publik, aktivitas ekonomi digital, serta arus informasi dari dalam negeri ke dunia internasional.

Situasi ini membuat warga Iran kesulitan mengakses layanan komunikasi daring, media sosial, hingga platform informasi global.

Temuan serupa juga dilaporkan oleh Cloudflare Radar, layanan analisis trafik internet global yang mencatat penurunan lalu lintas data hingga hampir mendekati nol di berbagai provinsi utama Iran.

Dampak pemadaman tercatat merata, termasuk di pusat pemerintahan Tehran serta wilayah padat penduduk dan industri seperti Fars, Isfahan, Alborz, dan Razavi Khorasan.

Laporan yang dikutip dari Forbes pada Senin (2/3/2026) menyebutkan bahwa skala gangguan ini tergolong salah satu yang terbesar dalam sejarah modern Iran, baik dari sisi cakupan geografis maupun tingkat penurunan konektivitas.

Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa pembatasan internet kemungkinan dilakukan sebagai langkah pengendalian informasi di tengah situasi keamanan yang memburuk.

Pemadaman internet kerap menjadi instrumen strategis dalam situasi konflik maupun krisis politik, terutama untuk membatasi penyebaran informasi real-time, koordinasi massa, serta potensi disinformasi.

Namun, langkah semacam ini juga membawa konsekuensi besar terhadap aktivitas ekonomi, layanan publik, dan komunikasi warga sipil.

Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti pemadaman tersebut.

Tidak jelas pula apakah gangguan dipicu oleh kerusakan infrastruktur akibat serangan militer, serangan siber, atau kebijakan pembatasan yang disengaja oleh otoritas negara.

Para analis keamanan siber menilai, pemutusan konektivitas nasional dalam skala besar biasanya melibatkan intervensi langsung pada gerbang jaringan utama (national gateways) atau operator telekomunikasi inti.

Hal ini memungkinkan lalu lintas internet internasional dihentikan secara cepat dan menyeluruh.

Situasi ini semakin mempertegas dimensi baru konflik modern, di mana ruang digital menjadi medan strategis yang tak kalah penting dibandingkan operasi militer konvensional.

Selain serangan fisik, kontrol terhadap informasi dan komunikasi kini menjadi bagian integral dari strategi pertahanan dan keamanan nasional.

Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, pemadaman internet di Iran juga menimbulkan kekhawatiran global mengenai transparansi informasi dan keselamatan warga sipil yang kini berada dalam kondisi minim akses komunikasi dengan dunia luar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.