58 Ribu Jemaah Asal Indonesia Tertahan di Arab Saudi, Imbas Konflik AS-Israel Vs Iran, Ini Nasibnya
Listusista Anggeng Rasmi March 02, 2026 05:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gelombang konflik Iran versus Amerika Serikat yang meletus sejak Sabtu (28/2/2026) berdampak langsung pada puluhan ribu jemaah umroh asal Indonesia di Arab Saudi.

Sebanyak 58.000 lebih jemaah dilaporkan belum bisa kembali ke Tanah Air akibat situasi perang yang memengaruhi jalur penerbangan internasional.

"58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," kata Ichsan Marsha, Jubir Kementrian Haji dan Umroh dikutip dari Youtube Kompas TV, Senin (2/3/2026).

Ketegangan geopolitik tersebut menyebabkan sejumlah rute penerbangan ditutup demi alasan keamanan.

Penutupan ruang udara di beberapa negara transit membuat maskapai membatalkan banyak jadwal keberangkatan dan kepulangan.

Kondisi ini pun menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga jemaah yang menanti di Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian terkait bergerak cepat mencari solusi terbaik.

Ichsan menyampaikan bahwa berbagai langkah sedang diupayakan agar para jemaah dapat segera dipulangkan dengan selamat.

"Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinnasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan," katanya.

"Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit," imbuhnya.

Baca juga: Nasib Meisya Siregar Tertahan di Makkah saat Umrah, Buntut Perang Iran Vs Israel-AS: Berserah Aja

JEMAAH UMROH - Suasana depan Masjidil Haram, Makkah, Jumat (19/12/2025) usai bubaran Salat Subuh yang ramai & padat jamaah. Saat ini puluhan ribu jemaah umroh tertahan di Arab Saudi karena perang Iran Vs AS.
JEMAAH UMROH - Suasana depan Masjidil Haram, Makkah, Jumat (19/12/2025) usai bubaran Salat Subuh yang ramai & padat jamaah. Saat ini puluhan ribu jemaah umroh tertahan di Arab Saudi karena perang Iran Vs AS. (Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq)

Sejumlah opsi tengah dikaji sesuai perkembangan situasi di lapangan, dengan prioritas utama keselamatan jemaah.

Alternatif yang dipertimbangkan antara lain pengalihan rute penerbangan hingga penjadwalan ulang kepulangan.

Selain itu, pemerintah juga terus menjalin komunikasi dengan otoritas di Arab Saudi guna memastikan ketersediaan akomodasi apabila masa tunggu berlangsung lebih lama.

"Untuk pengawasan dari kita kepada jamaah juga telah membentuk tiga tim yang dihadirkan di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal Haji di Jeddah untuk berkoordinasi dan memantau jamaah kita yang berada di tanah suci," katanya.

"Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana," ungkapnya.

Baca juga: Pilunya Kabar dari Mongkrang, Jasad Yazid Ahmad Firdaus Ditemukan Saat Orangtua Umrah di Tanah Suci

PERANG IRAN AS - Kondisi Dubai setelah mendapatkan imbas dari perang Iran - Amerika Serikat.
PERANG IRAN AS - Kondisi Dubai setelah mendapatkan imbas dari perang Iran - Amerika Serikat. (X.COM/@IndiaToday dan @ShivrattanDhil1)

DPR Minta Pemerintah Pulangkan Jemaah Umrah

Anggota Komisi VII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah menyiapkan skema pemulangan untuk jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi.

Selly menyebut pemerintah wajib memberi perlindungan bagi jemaah umrah di Timur Tengah.

"Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu," kata Selly Andriany Gantina dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

"Jemaah tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian akibat dinamika global yang berada di luar kendali mereka."

Konflik di Timur Tengah membuat jemaah umrah asal Indonesia dalam posisi rentan, baik dari aspek kepastian perjalanan, keamanan, maupun kepastian layanan.

Selly pun menyoroti pernyataan KBRI Riyadh yang menyatakan pemerintah senantiasa memantau perkembangan dan telah mengambil langkah antisipatif.

Kendati pernyataan tersebut penting sebagai langkah awal, Selly menyebut pemerintah harus menindaklanjuti dengan langkah konkret dan sistematis untuk memastikan pemulangan jemaah.

(TribunNewsmaker.com/ Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.