Keponakan Jatuh di Mesin Penggilingan TPA Putri Cempo Solo, Paman Menangis
Ryantono Puji Santoso March 02, 2026 08:12 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Paino, paman korban yang terjatuh di mesin penggilingan sampah TPA Putri Cempo Solo tak kuasa menahan tangis. 

Ini saat melihat keponakannya meregang nyawa setelah terjatuh ke mesin penggilingan sampah pada Senin (2/3/2026).

Korban adalah Edy Saputro. 

Ketika mendengar kabar keponakan terjatuh ke mesin, Paino langsung datang ke lokasi kejadian. 

Dia mengungkapkan ia masih sempat menyangga pundak keponakannya, Edy Saputro, dengan tangannya.

Saat itulah korban mengembuskan napas terakhir.

“Saya menyangga menahan pundaknya, anaknya itu nyawa melayang di tangan saya,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Senin (2/3/2026).

Ia mengetahui keponakannya tersebut jatuh ke mesin saat ia mengambil antrean di TPA Putri Cempo.

Seketika ia langsung menghampiri keponakannya tersebut.

“Waktu ambil antrean di TPA, istri saya dipanggil, katanya thole masuk mesin tergilas, itu gimana,” terangnya.

Ia sendiri tak kuasa menahan tangis melepas kepergian keponakan yang sudah ia anggap seperti anak sendiri tersebut.

“Akhirnya saya terus nggak kuat nahan, nangis terus, akhirnya nggak sadar juga,” ungkapnya.

BERDUKA. Paman Korban yang terjatuh di mesin penggilingan sampah, Paino ditemui pada Senin (2/3/2026). Dia sempat memegang pundak keponakannya sebelum meninggal dunia.
BERDUKA. Paman Korban yang terjatuh di mesin penggilingan sampah, Paino ditemui pada Senin (2/3/2026). Dia sempat memegang pundak keponakannya sebelum meninggal dunia. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Kondisi Panik

Panik, itulah satu kata yang menggambarkan suasana di TPA Putri Cempo, Solo saat ada kecelakaan orang terjatuh ke mesin penggiling. 

Kejadian ini pada Senin (2/3/2026) pukul 10.00 WIB. 

Korban yang terjatuh ke mesin penggiling tersebut adalah Edy Saputro, 22 tahun, warga Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar. 

Ini dibenarkan seorang pemulung yang berada di lokasi, Eko Surani. 

Eko menggambarkan situasi saat itu. 

Rekan dari korban Edy berteriak meminta tolong untuk mematikan mesin. 

“Teriak minta tolong matiin mesinnya. Sekitar kurang lebih jam 10-an. Langsung dimatiin. Teriakan bising banget,” ungkap Eko, Senin (2/3/2026).

Nyawa Sudah Tak Tertolong

Tak lama setelah mesin dimatikan, ambulans dan petugas damkar datang ke lokasi.

Namun, nyawa Edy Saputro sudah tidak tertolong.

“Ya sekitar 10 menitan langsung datang sama damkar. Penggilingan pertama,” jelasnya.

Baca juga: Koperasi BLN Ternyata Punya Usaha Penggilingan Batu di Boyolali, Kini Digeruduk Para Nasabah

Eko menambahkan bahwa dirinya tidak melihat langsung kondisi korban setelah terjatuh, tetapi mengetahui dari beberapa orang di sekitar bahwa posisi kepala korban berada di bawah mesin.

“Nggak berani lihat. Posisi kepala sudah di bawah,” ujarnya.

Saat dibawa ke ambulans, korban masih menunjukkan sedikit gerakan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Sudah. Meninggalnya pas detik-detik mau dibawa. Pas di dalam masih gerak-gerak,” tambahnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.