Isu AS-Israel Serang Iran Tak Ganggu Keberangkatan dan Pulang Jamaah Umroh dari Bekasi
Feryanto Hadi March 02, 2026 08:17 PM

 

Laporan jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra


WARTAKOTALIVE. COM, PONDOK GEDE - Isu memanasnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada penerbangan internasional, saat ini tidak memengaruhi keberangkatan maupun kepulangan jamaah umroh dari Travel Allia Bekasi.

Hal itu disampaikan Manager Business and Development Haji dan Umroh Allia, Fajar Firmansyah. 

Ditemui di kantor Allia, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, ia memastikan hingga saat ini seluruh jadwal perjalanan jamaah masih berjalan normal tanpa adanya pembatalan maupun penjadwalan ulang.

“Kalau di tempat kami alhamdulillah karena pesawat yang digunakan direct. Jadi dari Jakarta langsung ke Jeddah, lalu ke Madinah. Begitu juga saat pulang,” kata Fajar saat ditemui, Senin (2/3/2026).

Fajar menjelaskan, penggunaan penerbangan langsung (direct flight) menjadi faktor utama yang membuat jamaah tidak terdampak gejolak konflik di kawasan Timur Tengah.

Berbeda dengan penerbangan transit yang melewati sejumlah negara seperti Qatar, Dubai, atau Abu Dhabi, yang saat ini dilaporkan mengalami gangguan akibat penutupan wilayah udara.

Baca juga: 2 Perempuan Tangkap Pelaku yang Diduga Terlibat Penipuan Travel Umrah di Senen Jakarta Pusat

“Alhamdulillah sampai saat ini belum ada jamaah yang reschedule, tidak ada penerbangan yang di-cancel. Semua masih aman,” jelasnya.

Bahkan, Fajar menuturkan kepulangan jamaah pada Minggu (1/3/2026) juga berjalan lancar tanpa hambatan. 

Sementara untuk jadwal kepulangan berikutnya pada Minggu (8/3/2026), pihaknya juga memastikan kondisi masih kondusif.

“Insya Allah aman. Kami terus pantau perkembangan,” tuturnya.

Fajar merincikan, pada Februari 2026, keberangkatan dilakukan pada tanggal 19 dan 26, kemudian dilanjutkan pada 5 dan 6 Maret 2026.

Untuk jumlah jamaah, dalam satu kali keberangkatan biasanya mencapai 35 orang. 

Sementara pada keberangkatan 5 Maret mendatang, jumlahnya mencapai 40 jamaah.

Adapun keberangkatan terakhir di bulan Ramadan dijadwalkan pada 10 Maret 2026 dan saat ini seluruh tiket telah terjual.

“Alhamdulillah sudah sold out, visa juga sudah keluar. Insya Allah aman berangkat,” rincinya.

Antisipasi Travel

Fajar mengimbau travel-travel umroh, khususnya yang menggunakan sistem transit, untuk terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi secara transparan kepada jamaah.

“Kalau memang ada cancel atau reschedule, harus disampaikan. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Semua harus diinformasikan secara jelas ke jamaah,” tegasnya.

Fajar menekankan, kondisi ini bukan kesalahan pihak travel, melainkan dampak dari situasi global yang tidak dapat diprediksi.

Selain itu, bagi calon jamaah yang berencana berangkat dalam waktu dekat, Fajar menyarankan untuk memilih penerbangan langsung guna meminimalisir risiko terdampak konfli

“Jadi jangan saling menyalahkan. Yang penting komunikasi ke jamaah harus terbuka,” ujarnya.

Harapan Jamaah

Di sisi lain, calon jamaah umroh mengaku tetap memiliki kekhawatiran terhadap situasi global saat ini, meski berharap kondisi segera membaik.

Satu contohnya adalah Dhika, yang berencana berangkat pada Oktober mendatang.

“Kalau kondisi sekarang ya ada kekhawatiran, tapi semoga nanti saat keberangkatan sudah aman dan lancar,” ucap Dhika.

Sementara seorang calon jamaah lainnya, Heri justru memilih travel dengan penerbangan langsung sebagai langkah antisipasi.

“Karena direct, jadi lebih tenang. Harapannya kondisi segera normal dan tidak mengganggu ibadah,” imbuh Heri.

Heri pun berharap pemerintah terus memberikan informasi terkini terkait perkembangan situasi global, agar masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan ibadah dengan lebih baik.

“Buat jamaah yang sudah terdaftar, tetap tenang. Ikuti perkembangan dan terus komunikasi dengan travel,” tutupnya. (M37)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.