Pramono Soroti Dampak Perang Iran–AS dan Israel, Harga Barang dan Jasa di Jakarta Terancam Naik
Feryanto Hadi March 02, 2026 08:17 PM

 

 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti


WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti potensi dampak konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel terhadap kondisi ekonomi, khususnya di Jakarta.

Ia berharap konflik tersebut tidak berlangsung lama karena berpotensi memengaruhi harga barang dan jasa.

“Jadi memang mudah-mudahan secara sungguh-sungguh saya sebagai Gubernur Jakarta berharap agar perang ini tidak berlangsung lama,” ujar Pramono di kawasan Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, konflik berkepanjangan dapat mengganggu rantai pasok global (supply chain), terutama karena jalur distribusi utama dunia melewati Selat Hormuz yang menjadi lintasan penting perdagangan energi dan logistik internasional.

Ia menjelaskan, lebih dari 30 persen distribusi minyak dunia melewati selat tersebut. Jika jalur itu terganggu atau bahkan ditutup akibat eskalasi konflik, maka biaya distribusi barang akan meningkat.

“Kalau kemudian ini ditutup, pasti dampaknya supply chain menjadi semakin panjang, ongkos perjalanan barang menjadi lebih mahal, dan dampaknya kepada harga pasti akan terdampak,” katanya.

Karena itu, Pramono berharap konflik geopolitik tersebut segera mereda agar stabilitas ekonomi global, termasuk di Jakarta, tetap terjaga.

Pemerintah imbau perjalanan umrah ditunda

Pemerintah mengimbau jemaah menunda keberangkatan umrah hingga kondisi kembali kondusif usai serangan yang dilakukan Amerika Serikat-Israel ke Iran pada Sabtu (28/1/2026).

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, imbauan itu disampaikan sebagai upaya memastikan keamanan seluruh warga negara Indonesia.

"Mempertimbangkan kondisi Timur Tengah yang tidak menentu dan eskalasinya semakin tinggi, kami mengimbau jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatannya," kata Dahnil dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Israel dan AS Serang Iran, Kemenlu Imbau WNI Menunda Perjalanannya ke Kawasan Timur Tengah

Pemerintah meminta seluruh jemaah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Kementerian Haji dan Umrah RI bersama Kementerian Luar Negeri RI terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan jemaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi, maskapai, dan PPIU agar jemaah yang tertunda kepulangannya dapat ditampung di hotel maupun tempat-tempat lain yang aman dan layak," kata Dahnil.

Baca juga: Khamenei Tewas Bersama Putri hingga Cucu, Ini 4 Jenderal dan Pejabat Tinggi Iran yang Turut Tewas

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Seluruh pihak diminta merujuk pada sumber resmi pemerintah guna menghindari kesimpangsiuran informasi yang dapat menimbulkan keresahan.

Terkait penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, pemerintah memastikan bahwa hingga saat ini belum terdapat dampak terhadap persiapan yang sedang berjalan.

Baca juga: Timnas Iran Disebut Ancam Mundur dari Piala Dunia 2026 setelah Ali Khamenei Tewas Akibat Serangan AS

Seluruh tahapan perencanaan dan koordinasi tetap berlangsung sesuai jadwal.

Dahnil menegaskan bahwa Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah.

"Kami berharap kondisi segera normal dan semua pihak dapat menahan diri," ucapnya.

"Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan serta kenyamanan jemaah," lanjut Dahnil.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.