Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Kupang, Senin (2/3/2026) siang, mengakibatkan kerusakan pada bagian atap Kantor DPRD Kabupaten Kupang.
Kerusakan terlihat pada sisi utara dan selatan bangunan, dengan sejumlah bagian atap terangkat akibat terpaan angin.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Sofia Malelak de Haan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut.
Menurutnya, gedung yang merupakan simbol representasi rakyat itu kembali mengalami kerusakan setelah sebelumnya telah dua kali diperbaiki.
Baca juga: ALARAM Tuntut Proses Hukum Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Anggota DPRD Kabupaten Kupang
“Penuh keprihatinan kita melihat bahwa ada bencana di atap gedung kita. Gedung DPRD ini sudah dua kali mengalami perbaikan, dan hari ini di sisi utara dan selatan mengalami kerusakan cukup besar. Ini gedung rakyat dan kerusakan ini bukan sesuatu yang direncanakan, tetapi murni karena situasi alam,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui Sekretaris DPRD, staf telah diperintahkan untuk mendata secara rinci tingkat kerusakan serta memperhitungkan kebutuhan anggaran perbaikan. Hasilnya akan dilaporkan kepada Sekretaris Daerah dan Bupati Kupang untuk ditindaklanjuti.
Sofia juga menyinggung besarnya anggaran yang telah dikeluarkan untuk dua kali perbaikan sebelumnya. Karena itu, muncul pemikiran untuk mengevaluasi desain atap gedung yang selama ini berbentuk kerucut.
“Untuk kali ini ada pemikiran agar tidak lagi berbentuk kerucut, mungkin dibuat lebih rata supaya lebih tahan terhadap angin kencang dan bencana seperti ini, sehingga bisa digunakan dalam waktu yang lama, tentu kita sangat prihatin,” katanya.
Kerusakan tersebut turut berdampak pada sejumlah ruangan di lantai dua, termasuk ruang sidang utama dan ruang pimpinan.
Padahal, dalam waktu dekat DPRD akan memasuki agenda penting pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).
“Ruang sidang ada di lantai dua dan ini berimbas langsung. Termasuk ruang pimpinan tiga orang dan ruang sidang utama di atas juga terdampak. Kita prihatin karena memasuki bulan Maret pasti akan ada sidang LKPJ, sementara kondisi fiskal kita juga terbatas,” ungkapnya.
Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Mesak Mbura, menambahkan bahwa akan dilakukan kajian teknis menyeluruh terhadap konstruksi bangunan.
“Nanti akan ada laporan teknis, dikaji kembali konstruksi bawah dan atapnya. Kalau memang perubahan konstruksi atap memungkinkan, tentu tanpa menghilangkan ciri khas Kabupaten Kupang,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Kabupaten Kupang, Novita Foenay, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan mengamankan inventaris kantor dari potensi kerusakan akibat air hujan.
“Kami sudah sampaikan kepada pimpinan dan meminta teman-teman untuk segera mengamankan inventaris. Jika sudah ada lubang di atap, pasti air hujan masuk. Saat ini kami sementara membuat laporan kepada pimpinan untuk memohon petunjuk langkah selanjutnya,” jelasnya.
Hingga kini, pendataan kerusakan masih terus dilakukan. Pimpinan DPRD berharap penanganan dapat segera dilakukan agar aktivitas kedewanan kembali berjalan normal di tengah berbagai agenda penting yang akan berlangsung. (nov)