Tribunlampung.co.id, Lebanon - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melakukan serangan ke wilayah Lebanon pada Senin (2/3/2026) pagi. Atas serangan itu Mohammad Raad dilaporkan tewas.
Raad merupakan pemimpin fraksi parlemen gerakan Hizbullah di Lebanon.
Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi yang menyatakan jika Raad benar-benar tewas atas serangan IDF tersebut.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, menurut laporan tersebut, serangan IDF menyasar sasaran-sasaran Hizbullah sebagai balasan atas peluncuran beberapa proyektil ke wilayah utara Israel semalam sebelumnya.
Pernyataan resmi dari militer Israel menyebut telah menargetkan sejumlah figur senior Hizbullah di Beirut dan selatan Lebanon, meskipun nama-nama korban belum dikonfirmasi secara independen oleh otoritas internasional saat ini.
Baca juga: Trump Tak Peduli Korban Jiwa Bakal Banyak Berjatuhan, Serangan ke Iran Berlanjut
Mohammad Raad merupakan politisi senior Lebanon yang dikenal luas sebagai tokoh penting dalam organisasi politik dan militer Hizbullah.
Ia lahir pada 22 Agustus 1955 di Beirut dan sejak awal 1990-an aktif di parlemen Lebanon sebagai wakil daerah Nabatieh.
Sejak tahun 2000, ia menjabat pemimpin blok parlemen Loyalty to the Resistance Bloc, yang merupakan sayap politik dari gerakan Hizbullah di parlemen Lebanon.
Hizbullah, yang didukung oleh Republik Islam Iran, dikenal sebagai kelompok politik militan yang aktif melawan kehadiran dan kebijakan Israel di kawasan maupun dukungan Amerika Serikat terhadap Israel.
Organisasi ini merupakan bagian sentral dari aliansi politik 8 March Alliance di Lebanon dan memainkan peran signifikan dalam dinamika politik serta konflik bersenjata di perbatasan selatan Lebanon selama beberapa dekade terakhir.
Selain kiprahnya sebagai legislator, Mohammad Raad juga menjadi figur yang sering muncul dalam perdebatan politik domestik Lebanon dan hubungan Hizbullah dengan negara-negara Arab lainnya.
Ia pernah menjadi sorotan karena pernyataannya yang kritis terhadap sebagian warga Lebanon selama masa konflik, termasuk komentar yang menuai kontroversi di dalam negeri.
Kabar tewasnya Raad muncul di tengah eskalasi konflik yang lebih luas antara Israel dan berbagai kelompok militan yang didukung Iran di Timur Tengah.
Serangan Israel terhadap target di Lebanon dilakukan setelah Hizbullah menembakkan roket ke wilayah utara Israel, langkah yang disebut oleh IDF sebagai keterlibatan langsung Hizbullah dalam konflik saat ini.
Kondisi di lapangan masih dinamis dan hingga kini belum ada konfirmasi independen dari pihak Hizbullah atau pengakuan resmi dari pemerintah Lebanon tentang nasib Raad.
Banyak laporan wartawan internasional masih menunggu sumber resmi untuk mengonfirmasi secara detail.
Kabar tewasnya tokoh senior Hizbullah ini dipandang oleh sejumlah analis sebagai kemungkinan memperdalam ketegangan antara Israel dan sekutu-sekutunya di kawasan, terutama Iran.
Sementara itu, respons politik di dalam Lebanon dapat berubah signifikan jika kabar tersebut dikonfirmasi secara resmi.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Lebanon atau pernyataan balasan dari Hizbullah yang dirilis ke publik.