Pelajar SMP Diduga Akhiri Hidup di Rumah Nenek, Keluarga Syok Temukan Jasadnya
Kiki Novilia March 02, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jateng - Pelajar SMP kelas 8 berinisial M (13) diduga mengakhiri hidup di rumah neneknya di Dukuh Wuluh Tengah, Desa Blimbingwuluh, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Minggu (1/3/2026) malam.

Korban pertama kali ditemukan oleh anggota keluarganya karena tak kunjung keluar kamar menjelang waktu Magrib. Namun, betapa terkejut saksi melihat korban telah terlilit kain di bagian leher. 

Kapolsek Sragi, AKP Turkhan, mengatakan pihak kepolisian menerima informasi dari perangkat desa, kemudian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan sejumlah saksi.

"Benar, kami menerima laporan adanya seorang anak yang ditemukan dalam kondisi akhiri hidup di kamar rumah neneknya. Anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengamankan barang bukti," ujarnya kepada Tribunjateng, Senin (2/3/2026).

Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 12.30 WIB korban datang ke rumah neneknya yang berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah orang tuanya. Saat itu, di rumah terdapat kakak dan nenek korban.  

Baca juga: Pesan Mengharukan IRT Sebelum Akhiri Hidup di Pohon Kakao

Korban kemudian masuk ke kamar depan untuk beristirahat. Namun hingga sekitar pukul 18.05 WIB, korban belum juga bangun.

Salah satu saksi berinisiatif membangunkan, tetapi pintu kamar dalam keadaan tertutup dan tidak ada respons dari dalam.

"Setelah berusaha membuka pintu, saksi mendapati korban dalam posisi akhiri hidup menggunakan kain sarung," imbuhnya.

Saksi kemudian berteriak, meminta pertolongan warga. Bersama beberapa orang yang datang membantu, kain sarung yang melilit korban dipotong dan korban diturunkan, lalu dibaringkan di atas kasur kamar. 

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua potong sarung motif kotak-kotak warna cokelat, satu kaus oblong warna abu-abu, dan satu celana pendek warna hitam," ujarnya.

AKP Turkhan menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban. 

Meski demikian, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

"Kami masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan para saksi serta melakukan pemeriksaan lanjutan. Semua masih dalam proses penyelidikan," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.