TRIBUNMANADO.CO.ID – Suasana bulan suci Ramadan di lorong sekitar Masjid Nurut Taqwa, Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, tampak berbeda pada Senin (2/3/2026) malam.
Desa ini berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Manado dan 15 kilometer dari pelabuhan Manado.
Amatan Tribun Manado, deretan lampu hias terpasang memanjang di sepanjang lorong.
Menciptakan nuansa hangat dan semarak.
Lampu LED berwarna kuning hangat direntangkan dari sisi kiri ke kanan lorong, membentuk garis-garis sejajar seperti kanopi cahaya.
Susunannya yang rapi membentang dari bagian depan hingga ke dalam lorong, menerangi area permukiman warga.
Pancaran cahaya lampu memantul di permukaan paving block.
Seolah menambah kesan estetis dan nyaman bagi warga yang melintas, terutama usai melaksanakan salat tarawih.
Instalasi lampu tersebut dipasang dengan kabel yang diikat antarbangunan rumah warga di kiri dan kanan jalan.
Meski sederhana, penataan ornamen lampu terlihat teratur dan simetris.
Cahaya kuning keemasan berpadu dengan gelapnya malam, membuat lorong yang biasanya tampak biasa saja menjadi lebih hidup selama Ramadan.
Rahmat, salah satu warga setempat, mengatakan pemasangan lampu hias sudah menjadi tradisi setiap bulan puasa.
“Supaya suasana puasa terasa lebih hidup. Anak-anak juga senang kalau lorongnya terang dan cantik seperti ini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti.
Ia menilai kehadiran lampu hias membuat lingkungan terasa lebih nyaman, terutama saat malam hari.
“Kalau malam habis tarawih, rasanya beda. Lebih nyaman jalan kaki karena terang dan suasananya indah,” katanya. (Pet)