Laporan Wartawan Tribungayo.com Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG- Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menyatakan, bahwa Jembatan Permanen Wih Kanis ditargetkan rampung dan mulai berfungsi pada akhir tahun 2026.
Kepastian ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi SSTP MAP usai melakukan koordinasi bersama perwakilan BNPB, Dinas PUPR Bener Meriah, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum.
Menurut Ilham, berdasarkan hasil pertemuan yang juga dihadiri oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan aparatur kecamatan setempat.
Maka disepakati bahwa pembangunan jembatan darurat yang menjadi penghubung utama bagi 14 desa di Kecamatan Mesidah, akan diprioritaskan sebelum Hari Raya Idulfitri hal ini untuk menjamin kelancaran mobilitas warga.
"Untuk jembatan darurat akan dibangun sebelum lebaran, kalau untuk jembatan permanen dipastikan rampung akhir tahun 2026," ujar Ilham kepada TribunGayo.com Senin (2/3/2026).
Dikatakan, proyek ini merupakan tindak lanjut dari atensi khusus Wakil Presiden Republik Indonesia dan Kepala BNPB terhadap keselamatan warga yang melintasi jalur tersebut.
Ilham menjelaskan bahwa Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) bersama Menteri Pekerjaan Umum telah menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) untuk mempercepat pembangunan Jembatan Weh Kanis Atas.
Langkah strategis ini diambil guna memastikan infrastruktur yang lebih kokoh dan aman bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Sementara sebagai solusi jangka pendek, pemerintah akan membangun jembatan darurat menggunakan 2–3 unit kontainer agar dapat dilalui kendaraan roda empat sebelum Lebaran.
Selain pembangunan fisik jembatan, jalan darurat yang ada saat ini juga akan diperlebar dan dikurangi tingkat kemiringannya demi kenyamanan pengguna jalan.
"Jadi selama proses konstruksi berlangsung, jembatan lama tetap dipertahankan untuk menjamin aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terhambat," katanya.
Kemudian, seluruh pendanaan untuk pembangunan jembatan darurat maupun permanen ini bersumber sepenuhnya dari DIPA Kementerian Pekerjaan Umum.
Dengan adanya penanganan langsung dari kementerian terkait, rencana pembangunan jembatan darurat oleh BNPB yang direncanakan sebelumnya kini tidak lagi diperlukan.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat dalam menangani infrastruktur vital ini dan berkomitmen untuk terus mengawal koordinasi lintas sektor agar proyek selesai tepat waktu dan sesuai standar keselamatan.
Sebelumnya, ribuan warga dari 14 kampung di Kecamatan Mesidah masih harus bertaruh nyawa melewati jembatan bambu Wih Kanis yang kian rapuh.
Jembatan ini sebelumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat untuk menghubungkan kembali akses jalan warga dari Kecamatan Mesidah dan Bandar.
Namun tiga bulan pascabanjir bandang 26 November 2025 lalu, struktur jembatan yang dibuat dari bambu sepanjang 30 meter kini mulai goyah dan belum ada tanda-tanda perbaikan secara permanen.
Padahal akses jalan ini menjadi satu-satunya urat nadi ekonomi bagi warga disana, mesti hanya bisa di akses menggunakan roda dua.
Kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan yang menyayat hati, para petani harus bersusah payah membawa hasil kebun menuju Pondok Baru dengan perasaan waswas jika sewaktu-waktu jembatan itu roboh ke dasar sungai yang deras.
Jembatan permanen sebelumnya hancur diterjang banjir bandang dan longsor yang sempat mengisolasi warga di Kecamatan Mesidah.
Namun dalam kondisi darurat, warga bergotong royong membangun jembatan bambu agar aktivitas tidak sepenuhnya lumpuh.
Sejak saat itu warga disana hanya mengandalkan jembatan sederhana tersebut.
Petani, pedagang, hingga ibu rumah tangga setiap hari harus melewati jembatan yang jauh dari kata aman.(*)
Baca juga: Kemen PU RI Tinjau Langsung Jembatan Wih Kanis Bener Meriah, Pembangunan akan Segera Dilakukan