Gerak Cepat Tim URC Dinas SDABMBK Kembali Tuai Apresiasi Kalangan Dewan
Haorrahman March 02, 2026 11:38 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Pasuruan - Gerak cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dari Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Pasuruan kembali mendapat apresiasi dari kalangan legislatif.

Respons sigap terhadap keluhan jalan rusak dinilai mampu meredam keresahan masyarakat sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Arifin menyampaikan, penghargaan atas penanganan cepat kerusakan jalan penghubung Wonokoyo–Gununggangsir, Kecamatan Beji.

Menurutnya, laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang berlubang dan membahayakan langsung ditindaklanjuti oleh tim URC tanpa menunggu waktu lama.

“Respons cepat seperti ini patut diapresiasi. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Apalagi menjelang hari raya, mobilitas warga meningkat,” ujar Arifin, Senin (2/3/2026) sore.

Baca juga: Sowan ke Ponpes Sidogiri, Pengurus Golkar Pasuruan Mohon Doa dan Restu Kiai

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan ini menilai kehadiran URC menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur publik.

Meski belum seluruh ruas tertangani secara menyeluruh, kata dia, langkah perbaikan awal dinilai cukup efektif mengurangi potensi kecelakaan.

Arifin juga mengingatkan agar pola kerja responsif tersebut terus dipertahankan, termasuk terhadap laporan kerusakan di titik lain seperti wilayah Ngembe, Kecamatan Beji, yang memiliki tingkat lalu lintas cukup padat.

Baca juga: KONI Kabupaten Pasuruan Beri Respons Positif Soal Usulan Rencana Pembangunan Wisma Atlet dari DPRD

“Kami mendorong pengawasan dan pemeliharaan jalan dilakukan rutin dan tanggap terhadap laporan warga. Jangan sampai ada korban akibat jalan rusak,” tegasnya.

Sementara staf SDABMBK Kabupaten Pasuruan Ari Brata menjelaskan, penanganan di ruas itu telah dilakukan beberapa hari lalu setelah menerima aduan masyarakat.

Ia mengakui, perbaikan dilakukan secara bertahap karena keterbatasan armada dibandingkan jumlah titik kerusakan yang harus ditangani.

“Penanganan bergiliran karena armada tidak sebanding dengan banyaknya ruas yang perlu diperbaiki. Namun setiap laporan tetap ditindaklanjuti lanjuti,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.