Duka Mendalam Selimuti Iran Istri Ali Khamenei Wafat Usai Serangan AS–Israel
Joanita Ary March 03, 2026 08:14 AM

WARTAKOTALIVECOM — Duka mendalam kembali menyelimuti lingkaran dalam kekuasaan Republik Islam Iran.

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026), setelah beberapa hari berada dalam kondisi koma akibat luka-luka serius yang dideritanya dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.

Bagherzadeh disebut tidak pernah sadar sejak serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2), serangan yang pada hari yang sama juga merenggut nyawa sang pemimpin tertinggi.

“Sejak serangan hari Sabtu yang menewaskan Khamenei, beliau berada dalam kondisi koma,” demikian laporan Tasnim, yang mengutip sumber internal keluarga.

Kematian Bagherzadeh menambah panjang daftar korban dari kalangan elite Iran.

Laporan itu menyebut kabar “kemartiran” anggota keluarga telah dikonfirmasi.

Serangan gabungan Amerika Serikat–Israel yang mengguncang Teheran pada Sabtu malam menjadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah politik Iran modern.

Ledakan yang dilaporkan terjadi di sejumlah titik strategis ibu kota itu tak hanya menyasar fasilitas militer, tetapi juga lokasi yang dikaitkan dengan lingkaran kekuasaan tertinggi negara.

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kematian Khamenei melalui platform media sosial miliknya, Social Truth.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Khamenei sebagai “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” dan menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran tersebut telah tewas dalam serangan.

Pemerintah Iran baru mengonfirmasi kematian Khamenei sehari kemudian, Minggu (1/3).

Otoritas di Teheran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sebuah tradisi yang sarat makna religius dan politis dalam konteks Republik Islam.

Selain keluarga pemimpin tertinggi, sejumlah tokoh penting militer Iran juga dilaporkan tewas.

Di antaranya Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour serta Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.

Kehilangan figur-figur sentral ini diperkirakan akan mengguncang struktur komando keamanan nasional Iran dalam waktu dekat.

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh selama ini dikenal sebagai sosok yang jarang tampil di ruang publik.

 Ia menikah dengan Ali Khamenei pada 1964 dan setia mendampingi perjalanan politik suaminya sejak era revolusi hingga memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

Di tengah citra keras dan tegas Khamenei di panggung internasional, Bagherzadeh dikenal di kalangan internal sebagai figur keluarga yang menjaga privasi dan stabilitas domestik.

Kematian beruntun di lingkaran inti kekuasaan ini menandai babak baru bagi Iran.

Selain menghadapi tekanan eksternal akibat konflik bersenjata yang meningkat, negara tersebut kini harus mengelola transisi kepemimpinan dalam suasana berkabung nasional dan ketegangan geopolitik yang belum mereda.

Di Teheran, ribuan warga dilaporkan mulai memadati sejumlah titik untuk menyampaikan belasungkawa.

Sementara itu, elite politik dan ulama senior bergerak cepat membahas mekanisme suksesi kepemimpinan tertinggi, sebuah proses yang akan menentukan arah Republik Islam dalam periode paling gentingnya sejak revolusi 1979.

Gelombang duka ini bukan sekadar kehilangan personal bagi keluarga Khamenei, melainkan juga guncangan simbolik bagi sistem politik Iran.

Dalam waktu singkat, satu generasi kepemimpinan seakan terhapus oleh satu rangkaian serangan, meninggalkan pertanyaan besar tentang stabilitas kawasan dan masa depan hubungan Iran dengan Amerika Serikat serta Israel.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.