Sidak di Pasar Masomba, Wawali Palu Temukan Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Telur
Fadhila Amalia March 03, 2026 11:29 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, PALU – Pemerintah Kota Palu bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (13/3/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memantau ketersediaan stok dan harga komoditas pangan strategis dalam rangka menjaga stabilitas pasokan serta pengendalian inflasi selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

Pantauan TribunPalu.com, sidak dipimpin Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, didampingi pimpinan wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Wakil Ketua DPRD Palu, Kasatpol PP, Asisten II Setda Kota Palu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Kepala Dinas Pertanian.

Baca juga: DPRD Parigi Moutong Tegaskan Berdasarkan Regulasi TPG Guru Madrasah Wajib Dibayar Kemenag

Imelda mengatakan, secara umum stok bahan pokok di Pasar Masomba masih aman. Namun, terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas, terutama cabai rawit dan telur.

“Hari ini saya melakukan sidak ke Pasar Masomba bersama Kepala Bulog, Wakil Ketua DPRD Palu, dan OPD terkait. Alhamdulillah sidak berjalan aman dan lancar.

Para pedagang juga menyampaikan sejumlah hal terkait kenaikan harga,” ujarnya.

Sidak di Pasar Masomba 1
INSPEKSI MENDADAK - Pemerintah Kota Palu bersama Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (13/3/2026). (Zulfadli/TribunPalu.com)

Ia menjelaskan, harga cabai rawit saat ini mencapai Rp65.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram. 

Sementara harga telur ukuran sedang dijual Rp65.000 per rak dan ukuran besar Rp70.000 per rak.

“Kita sudah masuk pertengahan puasa sehingga banyak masyarakat menggunakan telur untuk membuat kue dan kebutuhan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis ikan, termasuk ikan katombo, serta ayam. Khusus ayam, kenaikan dipengaruhi program MBG.

Adapun komoditas lain relatif stabil.

Harga tomat berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. 

Baca juga: Harga HP Xiaomi per Maret 2026: Redmi Note 15, Poco F8 Ultra, Xiaomi 15T, Redmi 15R

Cabai keriting dan bawang putih juga disebut mengalami penurunan harga.

Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Kota Palu menggelar pasar murah, Gerakan Pangan Murah, serta program Gadenolumako (Pasar Murah Keliling).

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas disubsidi. Harga telur misalnya, dari Rp65.000 menjadi Rp55.000 per rak. 

Cabai rawit dan beberapa bahan pangan lainnya mendapat subsidi Rp5.000 per kilogram.

“Kalau harga di pasar Rp50.000, maka di pasar murah menjadi Rp45.000. Hari ini pasar murah dilaksanakan di Kayu Malue,” ujarnya.

Untuk beras, pemerintah juga memberikan subsidi Rp5.000 per kilogram. 

Selain itu, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) membantu menjaga harga beras tetap terkendali.

Baca juga: KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Pernah Viral karena Komentar Mampus Koe ke Warganet

Imelda menegaskan, pihaknya akan kembali melakukan sidak apabila ditemukan pedagang yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), termasuk melakukan pengawasan terhadap distributor LPG dan pangkalan.

Ia juga menyoroti kenaikan harga gula yang kini mencapai Rp19.000 per kilogram. Jika ditemukan adanya penimbunan oleh pedagang atau distributor, Pemkot Palu akan mengambil tindakan tegas.

Sementara itu, pimpinan wilayah Perum Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, memastikan stok beras mencukupi hingga tiga sampai empat bulan ke depan.

“Kalau untuk stok yang ada sekarang ini bisa sampai Lebaran Haji, tiga sampai empat bulan ke depan,” ujarnya.

Saat ini, stok beras Bulog di Sulawesi Tengah mencapai sekitar 22.000 ton dengan rata-rata penyaluran 21 ton per hari.

Baca juga: Zodiak Rabu 4 Maret 2026: Gemini Dapat Kabar Baik di Finansial, Libra Ambil Kendali

Bulog juga menyiapkan tambahan pasokan sekitar 4.000 ton serta menargetkan penyerapan gabah lokal sebanyak 11.300 ton di wilayah Sulawesi Tengah.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.