Tes Urine Dadakan Para PJU, Perwira dan Kapolsek di Polres Lamongan, Ini Hasilnya
Titis Jati Permata March 03, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id LAMONGAN - Polres Lamongan menggelar tes urine terhadap terhadap para Pejabat Utama (PJU), para perwira, serta kapolsek jajaran, Selasa (3/3/2026).

Tes urine dadakan ini dimaksudkan untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan internal kepolisian, Polres Lamongan.

Tes urine  ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersih narkoba, khususnya di wilayah hukum Polres Lamongan.

Tes Urine untuk Berantas Narkoba

Menurut Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman, langkah tes urine diambil menyikapi masih terjadinya kasus narkoba yang melibatkan beberapa anggota Polri di sejumlah wilayah, yang berdampak pada tidak optimalnya penanganan dan pemberantasan narkoba.

"Pemberantasan narkoba merupakan salah satu program prioritas nasional dalam Asta Cita yang harus didukung penuh oleh seluruh jajaran kepolisian, " kata Arif Fazlurrahman kepada SURYA.co.id,  Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Pasien Laka Lantas RSI Nashrul Ummah Ngamuk, Pamapta Polres Lamongan Turun Tangan

Pihaknya tidak ingin terjadi adanya  keterlibatan oknum anggota Polri dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba.

Termasuk menjadi backing jaringan narkoba, merupakan bentuk kejahatan serius dan pelanggaran kode etik profesi Polri dengan kategori berat.

“Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat narkoba, " tandasnya.

Pemeriksaan Dilakukan Transparan dan Diawasi Ketat

Selain melanggar hukum pidana, juga merupakan pelanggaran berat kode etik yang dapat berujung pada sanksi tegas hingga pemberhentian tidak dengan  hormat (PTDH).

Arif menambahkan, tes urine mendadak ini bertujuan memastikan seluruh pejabat dan perwira harus benar-benar dalam kondisi bersih dari narkoba, sehingga pelaksanaan tugas pengamanan Idul Fitri dapat berjalan maksimal dan profesional.

"Kegiatan pemeriksaan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat sesuai prosedur, " ujarnya.

Tes urine ini  diharapkan menjadi bentuk pengawasan internal sekaligus contoh bagi seluruh anggota, komitmen pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal institusi.

Langkah preventif ini, untuk menjaga integritas, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memastikan tidak ada celah bagi oknum yang mencoba mencederai institusi melalui penyalahgunaan narkoba.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.