SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan bersama Baznas Lamongan telah menyalurkan bantuan sosial kepada 46 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) selama Ramadan 1447 H.
Bantuan berupa paket sembako dan uang tunai tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan, Anis Kartika. Penyerahan didampingi langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Pendopo Lokatantra, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim).
Bantuan kepada LKSA merupakan agenda rutin tahunan yang terus dievaluasi. Tujuannya agar pelaksanaan penyaluran bantuan semakin baik dari tahun ke tahun.
Ketua Tim Penggerak PKK Lamongan, Anis Kartika, menekankan pentingnya kehadiran pemerintah di tengah anak-anak yang membutuhkan sesuai dengan mandat negara.
“Dalam Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan bahwa pemerintah harus hadir bagi anak-anak miskin, anak-anak terlantar, anak-anak yatim, dan semuanya harus dipelihara oleh negara," ujar Anis, Selasa (3/3/2026).
Ia mengakui pemerintah daerah tidak bisa sendirian dalam melaksanakan tugas sosial tersebut. Pemerintah hadir melalui bantuan LKS, berbagai yayasan, hingga panti asuhan.
"Dan ini terus menjadi mitra strategis, sehingga anak-anak ini menjadi tanggung jawab kita semuanya," kata Anis.
Ketua Forum LKSA Lamongan, Nadzir, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 46 LKSA yang terdaftar dan memiliki izin operasional di Kabupaten Lamongan. Sebaran lembaga tersebut menjangkau hampir di seluruh kecamatan.
Berdasarkan data tahun 2026, jumlah anak yang diasuh tercatat sebanyak 2.517 anak. Angka ini menurun, jika dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.706 anak.
“Terjadi penurunan jumlah anak yang diasuh. Dari pengamatan dan data yang kami terima, itu salah satu di antara indikator keberhasilan pembangunan di Lamongan,” ungkap Nadzir.
Ia menambahkan, total pengasuh yang bertugas di seluruh LKSA mencapai 482 orang. Setiap lembaga rata-rata memiliki 10 hingga 15 pengasuh yang mendampingi anak-anak.
Ketua Baznas Lamongan, Bambang Eko Muljono, menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan berasal dari zakat dan infak masyarakat. Dana tersebut dititipkan melalui Baznas Lamongan untuk dikelola.
“Hampir 98 persen muzakki dan munfiq berasal dari ASN di Lamongan. Ini bentuk kepedulian bersama untuk anak-anak yang membutuhkan,” ujarnya.
Adapun rincian bantuan yang diterima oleh masing-masing LKSA adalah sebagai berikut:
Bantuan tersebut, diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak asuh selama bulan suci Ramadan.
Selain itu, program ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan anak di Lamongan.