Bye-bye Bali, Kunjungan Turis Asing Turun 12% di Januari
GH News March 03, 2026 05:10 PM
Denpasar -

Sepanjang bulan Januari 2026, Bali mulai ditinggalkan turis asing. Penurunan kunjungan turis asing ke Bali sampai ke angka 12 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Pulau Dewata pada Januari 2026. Kunjungan wisman turun 12,30 persen dibandingkan dengan bulan Desember 2025.

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, mengungkapkan sebanyak 502.205 wisman mengunjungi Bali pada Januari 2026. Menurutnya, jumlah tersebut juga menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama pada Januari 2025.

"Kondisi yang normal sebenarnya bulan Januari lebih rendah dibandingkan dengan Desember. Namun demikian, jika dibandingkan Januari 2025, ternyata juga mengalami penurunan 5,23 persen," ujar Hermawan, Senin (2/3/2026).

Hermawan menuturkan mayoritas wisman datang melalui jalur udara sebanyak 500.121 kunjungan atau turun 10,50 persen secara bulanan. Selain itu, kunjungan melalui jalur laut juga mengalami penurunan drastis sebesar 84,98 persen menjadi hanya 2.084 kunjungan.

BPS mencatat Australia masih menjadi penyumbang wisman terbesar dengan 134.781 kunjungan atau 26,84 persen dari total kunjungan. Disusul China sebanyak 45.896 kunjungan atau 22,54 persen secara bulanan. Kemudian India 37.351 kunjungan, Korea Selatan (27.508), dan Rusia (24.917).

Sementara itu, jumlah kunjungan wisatawan domestik (wisdom) juga menunjukkan penurunan tipis. Hermawan merinci sebanyak 2.170.938 wisdom mengunjungi Bali pada Januari 2026. Angka ini menurun 1,26 persen secara bulanan.

Adapun daerah asal wisdom terbanyak berasal dari Jawa Timur dengan 173.855 perjalanan. Disusul Jawa Barat 54.044 perjalanan, DKI Jakarta (52.000). dan Jawa Tengah (49.362).

Hermawan mengatakan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran bisa berdampak terhadap pariwisata Bali. Ia menilai kondisi geopolitik global itu sangat mengganggu aktivitas penerbangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.