Nova.id - Pada hari ini, 3 Maret 2026, langit Indonesia diperkirakan akan menyuguhkan fenomena Gerhana Bulan Total — sebuah peristiwa ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga permukaan Bulan masuk ke bayangan inti Bumi (umbra) dan sering tampak berwarna kemerahan (blood moon).
Fenomena ini berlangsung cukup lama yaitu lebih dari 5 jam 41 menit, dengan fase totalitas hampir 60 menit.
Fenomena ini dapat diamati tanpa alat khusus, dan tersedia kesempatan bagi masyarakat global, termasuk sebagian wilayah Indonesia, untuk menyaksikannya langsung atau melalui siaran observatorium astronomi serta planetarium.
Untuk khalayak di Indonesia, jadwal fase gerhana menurut zona waktu adalah:
Gerhana Bulan Total ini merupakan yang utama terlihat di Indonesia pada tahun 2026 dan fenomena astronomi langka ini juga dapat dilihat dari berbagai belahan dunia termasuk Asia, Oseania, dan sebagian Amerika.
Salat Gerhana Bulan: Ibadah Sunnah yang Dianjurkan
Bertepatan dengan fenomena ini, Kementerian Agama (Kemenag) RI mengimbau umat Islam agar melaksanakan Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf) sesuai waktu terjadinya gerhana di masing-masing daerah sebagai bagian dari ibadah sunnah yang dianjurkan.
Salat ini dilakukan saat gerhana terlihat kasat mata hingga fase utama berakhir, dengan niat dan tata cara khusus sesuai tuntunan Islam.
- WIB (bagian barat): mulai sekitar Maghrib hingga 20.17 WIB
- WITA (bagian tengah): mulai sekitar Maghrib hingga 21.17 WITA
- WIT (bagian timur): mulai sekitar 18.50 hingga 22.17 WIT
Ini berarti umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat gerhana setelah waktu Maghrib pada malam itu, selama gerhana masih berlangsung.
1. Niat Salat
Salat gerhana harus diawali dengan niat dalam hati saat takbiratul ihram.
Ushallî sunnatal khusûfi rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ
(artinya: “Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”)
2. Urutan Pelaksanaan Salat
Salat gerhana terdiri dari dua rakaat dengan beberapa perbedaan dari salat biasa, yaitu:
Rakaat pertama:
- Takbiratul ihram dan niat.
- Bacaan Al-Fatihah dan surat kemudian rukuk.
- Setelah rukuk, berdiri lalu kembali membaca Al-Fatihah dan surat.
- Rukuk kedua kembali dilakukan, lalu i’tidal.
- Dilanjutkan dengan sujud dan seterusnya.
Rakaat kedua:
Dilakukan dengan pola mirip rakaat pertama, dengan pilihan surat yang dianjurkan berbeda pada bagian berdiri pertama (misal, Surat An-Nisa) dan berdiri kedua (misal, Surat Al-Ma’idah).
3. Khutbah Setelah Salat
Setelah salat selesai, imam atau yang ditunjuk memberi dua khutbah singkat (taushiyah), berisi ajakan:
- istighfar
- meningkatkan takwa
- sedekah
- taubat
dan amal shalih lain sebagai wujud pengagungan terhadap kebesaran Allah SWT.
Pelaksanaan salat dianjurkan berjamaah bila memungkinkan. Salat ini disunnahkan saat gerhana bulan terlihat nyata, sesuai fase gerhana berlangsung.