40 Sampel Takjil Ramadan 2026 di Kotamara Baubau Sulawesi Tenggara Aman Dikonsumsi
Sitti Nurmalasari March 03, 2026 08:47 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, BAUBAU - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menguji 40 sampel takjil di Kotamara, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (3/3/2026).

BPOM menyisir takjil yang ditawarkan pedagang di depan jalan sepanjang Kotamara.

Mereka mengambil sampel sekaligus mengedukasi terkait penggunaan bahan yang tidak seharusnya dicampur ke bahan makanan.

Usai mengambil sampel, BPOM langsung melakukan uji laboratorium di mobil khusus pengujian.

Terlihat sampel terlebih dulu dipisahkan, kemudian dilarutkan menggunakan cairan uji.

Baca juga: Pengawasan Pangan di Sulawesi Tenggara Gunakan Rapid Test, Sampel Positif Pestisida Bakal Ditindak

Kepala BPOM Baubau, Ryanperi Kusuma, mengatakan uji lab yang dilakukan menggunakan rapid test kit untuk parameter metanil yellow, rhodamine B, formalin dan borax.

"Jadi dari hasil uji cepat kami dapatkan hasil sekitar 40 sampel itu tadi negatif semua untuk parameter bahan berbahaya tersebut," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026).

Kata dia, pengawasan jelang Idulfitri 2026 memasuki tahap ketiga, di mana tahapan sebelumnya sudah dimulai sejak 18 Februari di berbagai daerah di Pulau Buton.

"Sampai dengan tahap ketiga ini, kami sudah mengawasi takjil di Kota Baubau, Kabupaten Buton, dan Buton Selatan," ujarnya.

Sejauh ini, sudah 200-an sampel yang diperiksa BPOM Baubau serta akan terus bertambah hingga berakhirnya pemeriksaan, pada 17 Maret 2026 mendatang.

Baca juga: 25 Sampel Takjil di Anjungan Teluk Kendari Sulawesi Tenggara Bebas Bahan Berbahaya, Aman Dikonsumsi

"InsyaAllah sampai tahap terakhir pada 17 Maret. Sejauh ini, seluruh hasil uji lab masih negatif," ujarnya.

Menurutnya, hasil ini menunjukkan kesadaran dari masyarakat, khususnya pelaku usaha sudah cukup baik dalam menyediakan makanan-makanan sesuai dengan kualitas yang aman.

"Ini tentunya juga memberikan kepercayaan, jaminan kepercayaan kepada masyarakat, konsumen, supaya bisa lebih tenang ataupun merasa terjamin dalam mengonsumsi makanan-makanan takjil selama Ramadan 2026," jelasnya.

Untuk diketahui, BPOM memiliki enam wilayah kerja, yakni Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Selatan (Busel), Buton Tengah (Buteng), Buton Utara (Butur), dan Wakatobi. (*)

(TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.