Stok BBM RI Cukup 20 Hari Dampak Timur Tengah Memanas, Bahlil Warning Harga Berpotensi Naik
Refly Permana March 03, 2026 09:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Perang AS-Israel vs Iran telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran perdagangan minyak dunia.  

Perusahaan pelayaran kontainer besar Maersk menangguhkan semua pelayaran melalui selat Hormuz tanpa batas waktu hingga situasi kondusif.

Perusahaan lain memilih memutar jalur melalui ujung selatan Afrika, yang otomatis meningkatkan biaya pengiriman.

Menanggapi situasi yang tengah berlangsung, Bahlil Lahadalia mengklaim stok bahan bakar minya (BBM) di Indonesia masih aman.

Baca juga: Jemaaah Umrah Asal Sumsel Diminta Tunda Keberangkatan, Imbas Perang Amerika dan Iran Kian Memanas

Hanya saja, waktunya tidaklah lama, yakni cukup untuk 20 hari ke depan.

Ini dikatakan Bahlil saat ia hadir di rapat bersama Presiden Prabowo Subianto pada Senin (2/3/2026).

Meski kondisi domestik aman, Bahlil mengingatkan adanya potensi koreksi harga seiring gejolak geopolitik global. 

“Harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah. Besok saya akan rapat dengan Dewan Energi Nasional (DEN), setelah itu baru saya akan menyampaikan hasil analisis dan kajian dari DEN,” tambahnya.

Salah satu fakto yang sangat berpotensi mempengaruhi harga minya adalah situasi di Selat Hormuz.

Selat yang masuk wilayah geografis Iran ini merupakan jalur pelayaran yang sangat strategi untuk ekspor minyak global.

Dan, ketika situasi Iran memanas setelah adanya serangan Amerika Serikat dan Israel, ikut mempengaruhi Selat Hormuz.

Saat konflik meningkat, kapal tanker bisa mengubah rute atau bahkan berhenti melewati selat Hormuz, berpotensi mengganggu pasokan minyak global.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.