TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sosok penyanyi Korea Selatan Park Bom kembali membuat publik heboh.
Pasalnya baru-baru ini mempsting pernyataan lewat tulisan tangan di akun media sosialnya yang menyinggung rekannya sesama personel 2NE1, Sandara Park.
Dalam postingan tersebut, Park Bom mengurai soal keterkaitannya dengan obat-obatan.
"Saya berhati-hati karena takut menimbulkan kegaduhan lain, tetapi saya akan berbicara tentang Adderall, obat psikotropika yang dikenal. Saya mengumpulkan keberanian untuk mengatakan ini. Itu bukan narkoba. Saya menderita ADD (Attention Deficit Disorder)," tulis Park Bom dalam postingannya.
Lebih lanjut, Park Bom mendadak menuding Sandara Park selama ini mengonsumsi narkoba.
Kata Park Bom, ia selama ini dijadikan kambing hitam atas kasus narkotika Sandara.
"Park Sandara (Sandara Park) tertangkap dengan narkoba, dan untuk menutupinya, mereka membuat Park Bom menjadi pecandu narkoba," kata Park Bom.
Dalam unggahannya itu, Park Bom kemudian menyebut Yang Hyun-suk, CEO dari agensi lamanya YG Entertainment, mantan produser YG Teddy, dan anggota 2NE1 lainnya, CL (Lee Chae-rin).
"Saya harap Anda tidak melaporkan kepada pemerintah bahwa Park Bom menggunakan obat melebihi dosis yang diresepkan padahal ia tidak menggunakannya," tulis Park Bom.
Mengenai hal ini, sebuah sumber yang dekat dengan Sandara Park memberikan klarifikasi.
"Tuduhan tersebut tidak berdasar," kata sumber orang dekat Sandara Park.
Mereka juga menambahkan secara singkat, "Sandara Park saat ini khawatir tentang kesehatan Park Bom,"
Setelah postingannya viral, Park Bom menghapus tuduhan yang ia unggah di media sosial.
Baca juga: Kunci Gitar dan Lirik Lagu Kpop Lonely - 2NE1: Baby, Im sorry Neowa Isseodo Nan Lonely
Sebelumnya, pada tahun 2010, Park Bom ditangkap oleh bea cukai Bandara Internasional Incheon karena mencoba menyelundupkan sekitar 80 tablet Adderall, obat psikotropika yang mengandung amfetamin, melalui pos kilat internasional.
Setelah penyelidikan, dakwaan terhadap Park Bom ditangguhkan setelah jaksa memutuskan bahwa obat tersebut untuk keperluan medis.
Akibat dari insiden ini menghambat aktivitas normal 2NE1, yang sebelumnya menikmati popularitas yang sangat besar.
Pada showcase album solonya di tahun 2019, Park Bom meminta maaf, dengan mengatakan, "Saya menerima perawatan dan resep rutin di luar negeri untuk keperluan medis. Saya dengan tulus meminta maaf karena menimbulkan kontroversi akibat ketidaktahuan saya tentang hukum domestik."
Sementara itu, Park Bom memposting unggahan pada Oktober lalu yang mengancam akan menuntut CEO YG Entertainment, Yang Hyun-suk, dengan klaim bahwa ia belum membayar penghasilannya dari aktivitas 2NE1 di masa lalu dengan benar, tetapi kemudian menghapusnya.
Pada saat itu, agensinya, D-Nation, menyatakan, "Penyelesaian terkait aktivitas Park Bom di 2NE1 telah selesai. Saat ini, Park Bom sedang tidak stabil secara emosional dan sulit berkomunikasi. Ia membutuhkan perawatan dan istirahat untuk pulih."
Sumber: Naver