Marc Marquez Sudah Sial tapi Francesco Bagnaia Paling Memalukan di Mata Pengamat, Ducati Tertampar saat GP Thailand
Agung Kurniawan March 03, 2026 10:33 PM

DUCATI LENOVO
Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, pada balapan MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026).

BOLASPORT.COM - Pengamat MotoGP menilai hasil yang didapatkan Francesco Bagnaia pada GP Thailand kemarin menjadi tamparan keras bagi tim pabrikan Ducati secara keseluruhan.

Ducati membuka persaingan pada musim 2026 ini dengan jalan yang tidak mulus di Sirkuit International Chang, Buriram, Thailand melalui Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.

Pada seri pembuka ini, Marquez menjadi penggendong pabrikan Italia itu dengan tampil kompetitif hingga mengakhiri sesi sprint race di tempat kedua di belakang pemenang Pedro Acosta.

Hasil baik dalam sesi balapan mini itu gagal diteruskan oleh Si Alien pada balapan utama di mana dia harus terhenti saat lomba menginjak lap 21 karena pecah ban.

Di sisi lain, rekan setimnya, Bagnaia tidak begitu memberikan kesan berarti saat dirinya hanya finis di tempat kesembilan dalam lomba selama 26 putaran tersebut.

Pada sesi sprint race sehari sebelumnya, juara dunia MotoGP musim 2022 dan 2023 itu juga menyudahi aksinya di tempat yang sama.

Kurang gregetnya hasil yang didapatkan Ducati turut mengundang perhatian Carlo Pernat untuk memberikan komentarnya.

Pengamat MotoGP kondang asal Italia itu menilai hasil yang didapatkan pada GP Thailand kemarin menjadi tamparan keras bagi tim ini.

Sentilan Pernat ini tak lepas dari hasil dan performa yang didapatkan Bagnaia yang tak begitu membawa efek besar bagi Ducati.

Murid kebanggaan Valentino Rossi itu dipandang tidak terlihat meski sempat menunjukkan daya kompetitifnya pada sesi latihan.

Bahkan ketika Marquez harus menyudahi perjuangannya karena kesialan yang dialami, Bagnaia tak mampu menjadi penunggang Ducati terdepan.

Dia masih kalah dari duo Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli yang juga mengendarai Desmosedici GP.

Kedua rider tersebut yang memacu motor Ducati berhasil finis lebih baik di mana Di Giannantonio berada di urutan keenam dan Morbidelli di urutan kedelapan.

"Bagi Ducati, di sisi lain, ini adalah tamparan keras di muka," kata Pernat, dilansir BolaSport.com dari laman Motosan.

"Dan ada Bagnaia yang praktis tidak berada di sana (barisan depan)."

"Kami menemukannya persis di tempat kami meninggalkannya tahun lalu."

"Dia bagus dalam latihan, tetapi kemudian dia ambruk saat balapan, selalu di belakang, di belakang, di belakang."

"Dia bahkan bukan yang pertama dari para pembalap Ducati, meskipun Márquez mengalami kecelakaan, ini adalah pertanda," imbuhnya.

Kendati tak begitu optimal pada seri pembuka, tim pabrikan Ducati masih memiliki banyak waktu untuk bangkit dan menunjukkan taringnya lagi.

Marquez dan Bagnaia akan turun kembali pada seri MotoGP Brasil 2026 di Autodromo Internacional de Goiana-Ayrton Senna pada 20-23 Maret mendatang.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.